poster kulter # 14

Kuliah Terbang merupakan program rutin bulanan Serrum untuk mengundang pembicara sebagai narasumber/pemateri/pakar dalam menyajikan materi yang dikuasainya untuk kemudian di ’share’ kepada orang banyak melalui forum presentasi dan diskusi.

guno

Road trip milk to the childs..

“..sebuah project nonkomersil dalam men-support anak-anak yatim piatu atau pun dhuafa usia 3-12 tahun melalui kegiatan pendistribusian / pembagian susu secara gratis untuk dapat dikonsumsi oleh anak-anak tersebut.Kenapa susu? karena susu merupakan minuman yang menyehatkan mengandung banyak vitamin, nutrisi dan protein yang diperlukan anak-anak sebagai upaya dalam membantu pertumbuhan fisik dan fungsi otak lebih optimal.Disamping itu akibat situasi kondisi membuat mereka jarang meminum susu, bahkan banyak diantaranya belum pernah minum susu.Oleh karena itu project ini di gagas dan dijalankan.Sebagai upaya membantu anak-anak indonesia menjadi sehat dan pintar”.

1.Rumah Atap Alis, Centex, Jakarta Timur

11.JPG

2.JPG

3.JPG

4.JPG

6.JPG

dsc03994.JPG

7.JPG

8.JPG

2. Rumah Qur’an, Klender, Jakarta Timur

10.JPG

111.JPG

dsc04011.JPG

dsc04006.JPG

3. Yayasan Istiqomah, Kalibata, Jakarta Selatan

14.JPG

15.JPG

17.JPG

18.JPG

19.JPG

21.JPG

24.JPG

25.JPG

kerja bareng Nutricia @ 2008

dakir

Review Kuliah Terbang #13

whuuuaaaahhhh…….

Gak kerasa yah… kita makin gede-gede.. makin dewasa… makin bejenggot… sampai-sampai kuliah terbang sudah sampai yang ke-13. Ketigabelas? iya loh.. udah tiga belas… nah, untuk program kulter (kata singkatan dari kuliah terbang) yang ketiga belas diadakan pada tanggal 15 Mei 2008, oleh: Ardi Yunanto-Jurnal Karbon- dengan tema “Seni Publik, Liarnya Jalanan dan Jinaknya Seni rupa”. Melihat judulnya yang sangat heboh tersebut, kami memperkirakan yang akan hadir sekitar 168-orang dari berbagai kalangan. Namun sayangnya karena berbagai permasalahan pribadi, akhirnya peserta yang mampu hadir hanya berjumlah satu tim sepak bola plus 5 orang cadangan. Tapi semua berjalan dengan lancar dan aman, alhamdulillah…..

p5150271.JPG   kulter11.JPG

Pada awal pembukaan materi, ardi menyinggung soal sebuah diskusi yang diadakan pada tahun 2005. Di diskusi tersebut ada pertanyaan sekaligus pernyataan “ketika sebuah pintu tarik alluminium sebuah toko ditutup, maka otomatis area pintu tersebut menjadi ruang publik”. Berangkat dari pernyataan tersebut, Ardi lantas menjabarkan betapa pentingnya seorang seniman untuk mengetahui area berkarya dalam ruang publik. Ardi lantas menjelaskan jika menuruti kata-kata pernyataan tadi, maka diandaikan jika sebuah motor dtinggali dalam keadaan terpakir, maka secara otomatis motor tersebut menjadi benda publik. Maka dapat dibayangkan betapa vandalnya nanti seorang seniman ketika merespon seluruh benda yang termasuk kategori “publik” tersebut.

Menurut Ardi, pengertian ruang publik dapat diartikan sebagai sebuah ruang yang dapat diakses oleh berbagai kalangan dengan status ekonomi yang berbeda-beda, walaupun pada kenyataannya, dijakarta sendiri, ruang tersebut sudah terfragmentasi kedalam struktur masyarakat sendiri. Ardi menambahkan keberagaman dalam sebuah kota dapat terjadi jika semua kalangan dapat berkumpul bersama di berbagai tempat ketika melakukan aktivitas tanpa adanya kategori, atau kelas tak terlihat dalam sebuah struktur masyarakat. Dari hal tersebut maka didapatkan sebuah kebersamaan. Tetapi di lain pihak, fragmentasi ruang tersebut malah dapat memudahkan seniman ketika merencanakan sebuah karya publik yang dimaksudkan kepada kalangan tertentu.

Pengertian Seni Publik dan Seni Rupa di ruang publik dijelaskan secara singkat oleh ardi yaitu “Seni Rupa di ruang publik adalah seni rupa yang diletakkan di ruang publik. Kualitas karya itu tidak selamanya berhubungan langsung dengan lokasi dan permasalahan masyarakat di lokasi karya itu sendiri. Di sini, ruang publik lebih difungsikan sebagai media, seperti halnya halaman majalah atau jeda acara televisi bagi iklan. Sedangkan Seni Publik adalah seni rupa yang didalamnya membicarakan permasalahan publik secara intens. Ardi juga memberi beberapa contoh dokumentasi seni publikdari beberapa artis di Indonesia. diantaranya terdapat nama Bowo, M. Reza, Arman, Iwan W, Andri Moch (alm), dll.

Demikian review Kuliah Terbang-nya.. sekian dari saya… kalau ada yang mo minta makalah kulter sekarang… kirim pesan anda secepatnya… tq.

for detail check this site <a href=”http://www.ourprojector.blogspot.com”><b>http://www.ourprojector.blogspot.com</a></b>

Next »