arifkurniawan

Menjawab Kehadiran Sebuah Karya Foto

Review Kuliah terbang edisi #7
Pembicara; Indra Ameng
Written by restu

Pada kuliah terbang edisi #7 kali ini,tema yang diangkat adalah mengenai fotografi. Namun fotografi yang dibahas oleh Indra Ameng adalah bukan mengenai fotografi secara teknis dan dari sudut pandang jurnalistik, melainkan fotografi sebagai alat dalam karya seni rupa. Bagaimana sebuah karya foto dapat mepresentasikan ruang dan waktu, serta menghadirkan kembali suatu momen, seperti mesin waktu.

Mungkin tak pernah terbesit dalam diri seseorang bahwa pada akhirnya kita semua akan berakhir di dalam album foto. Hal ini yang coba diingatkan Ameng dalam karya-karyanya mengenai ruang. Pada karyanya “Almost 30”, Indra Ameng menggunakan album foto yang berisikan foto orang-orang yang memakai T-shirt dengan tulisan “Almost 30” beserta interview singkat tentang bagaimana persepsi masing- masing personal menjelang usia 30.

Ide karya muncul karena obrolan ringan mengenai banyaknya selebritis yang meninggal di usia menjelang 30. Mengapa album foto? “Karena saya ingin orang lebih intim dengan karya saya”, kata Indra Ameng mengenai alasan mengapa tidak menempatkan karyanya pada dinding ruang pamer.

Terdapat hal yang menarik ketika berbicara mengenai proses pembuatan karya, karena sebagian besar dibuatnya dengan menggunakan kamera pocket. Alat merupakan unsur penting yang alangkah lebih baik sesuai dengan kapasitas kebutuhan si pengguna. Lalu betapa subjektifnya sebuah karya foto, karena kamera adalah mutlak dikendalikan oleh si fotografer maka hanya dia yang dapat bebas memilih kapan dan dimana ia akan mengambil gambar. Secara tidak langsung hasil image yang dihasilkan oleh kamera pada saat itu adalah visual dari sudut pandang dia pada saat itu.

Foto merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang. Bukti dari keberadaan seseorang dalam suatu ruang dan waktu, perubahan, perbedaan, perasaan, identitas.

indra ameng

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply