Follow Serrum_ on Twitter

satuselimut tanda kota

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar event pameran yang melibatkan beberapa komunitas seni dan seniman untuk bergabung berkolaborasi mengangkat satu tema besar yang di beri nama “TANDA KOTA”. Serrum menjadi salah satu komunitas yang ikut serta dalam event ini. Sajian di ruang pamer Galeri Cipta II & III Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 14 s.d 30 Nopember 2007 menjadi akhir eksekusi project ini.

Berdasarkan tema tersebut, maka digagaslah sebuah ide yang dipahami memenuhi wacana tanda kota tersebut, yaitu mengenai konsep ruang yang menjadi bagian atau elemen yang memberikan identitas sebuah kota besar. Katakanlah halte bus, rumah sakit, gedung perkantoran, kamar kos-kosan, gerobak sampah, rambu lalulintas, warung roko, dan lain sebagainya merupakan sebuah identitas yang memberikan penandaan pada kota-kota besar, terutama Jakarta.

Memahami konsep ruang tersebut, maka digulirkan sebuah tema “SATUSELIMUT”.

bang-jack.jpg

Satuselimut berbicara mengenai penggunaan ruang atau tempat oleh masyarakat untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar merek, yaitu tidur. Berbagai atribut digunakan untuk membuat mereka terlelap dengan nyaman. Ponsel, asbak, selimut, tutup mata, dan lain sebagainya merupakan atribut yang biasa di kenakan saat ingin tidur selain tentu saja tempat tidur yang nyaman.

adrian-paragraph.jpgdamai.jpgdebi.jpg
pak-ali.jpgujang-loax.jpgwarroxsapii.jpg

”Sudah berapa lama tinggal disini pak?”
”10 th, sejak tahun 1997. Dulu saya tinggal di rumah orang tua di tanah abang. Sekarang umur saya 56 tahun, untuk penghasilan sehari-hari saya jual beli barang bekas. Diwaktu senggang saya suka membuat lukisan”
”wah, buatnya dari apa pak?”
”dari bahan yang saya temukan, kadang kanvas, karpet, apa saja”.
”Biasanya bapak tidur dengan siapa? dan berapa jam tidurnya?”
”sendiri, hanya dengan gerobak saya ini. Biasanya saya tidur dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi”
”kok bapak memilih tinggal disini?”
”Saya merasa lebih bebas dan nyaman.”
”Nyaman gimana pak?”
”Ya senang bisa jalan-jalan tiap hari tanpa beli bensin, meski cape kalo pake gerobak. Kan mesti di dorong-dorong”
” Berarti bapak nggak slalu disini dong? paling sering dimana menetapnya pak?”
”disini, saharjo. Tapi kalo lagi ada hajatan di sebelah sanaan, cari tempat yg kosong.”
”Pernah ngalamin hal buruk ketika tidur disini pak?”
”belum pernah, paling-paling gak punya duit…perut laper. Ya tapi gak gitu lama”

Posted: November 9th, 2007
Categories: info
Tags:
Comments: No Comments.