akew

the sleeper’s

“This is knives out berdengung di telinga, sembari menikmati lalu lalang aktifitas,..selamat pagi jakarta..”

  hgvh.JPG cimg0698.JPG cimg0657.JPG

Berpuluh-puluh kilo di satu malam, tarik angin rawamangun hingga ke daerah lenteng. Selalu senang berada di malam hari, selalu penuh kejutan. Tempat persinggahan sementara, ada yang menyapa, dan ada pula yang kesal. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Mencoba bersosialisasi dengan orang baru di malam hari memang terasa menyusahkan, malam selalu menjadikan sebuah keadaan yang harus diwaspadai, di saat itulah kita mulai merasa takut, dan yang ditakuti pun beragam. Malam adalah saat dimana hampir semua manusia lumpuh, mereka tertidur. Tertidur pulas. Ambil nafas panjang, meraba-raba alas, ucapkan doa, dan sandarkan ponsel di sebelahmu, zziippppppp,..kau menghilang sejenak.

Sebut dia seorang lelaki berkendara gerobak beroda 3, bersama sekumpulan barang bawaanya, dia melihat sudut pandang kota dari sana, dan dia pun tertidur di dalamnya. Melintas di Saharjo dan bertemu dengannya, hingga sampai ke perbincangan dan sindiran-sindiran kecil, ramah kaum jelata.

saya jarang bermimpi mas, kalo tidur di rumah bersama anak istri baru bisa,…”

Berhenti mendadak, tuk sejenak memberi kafein dan nikotin agar tubuh terus terjaga, agak memaksa,.. ya mau bagaimana lagi. Bangku panjang menjadi sandaran pilihannya, tanpa selimut, hanya obat oles anti nyamuk, itupun sachet. Pola hidup tiap orang memang berbeda, apalagi jam tidurnya, “jangan samakan kami dengan pegawai kantoran, kami belum terbiasa..”

Ditemukannya artikel ini di internet, selamat membaca,...”Walaupun selama ini masalah tidur tidak dianggap sebagai masalah yang besar, kajian baru-baru ini menunjukkan bahawa masalah tidur boleh membawa kepada masalah jantung. Dalam satu kajian dari tempo 1996 sehingga 1998, dan diterbitkan dalam journal “Occupational and Environmental Medicine” keluaran Juli,…” maka dari itu sayangi jantung anda dengan tidur teratur, tidak mengkonsumsi nikotin dan kafein, dan alhasil saya akan selalu ceria, namun hampa. Pilihan yang berat.

Mencoba mengkondisikan sebuah suasana yang nyaman, namun terkadang suasana yang nyaman pun akan menjadi sangat relatif, terhadap situasinya sendiri, ataupun yang membutuhkannya itu sendiri. Mengintip sebuah keadaan intim para kuli panggul yang tinggal di kolong by pass daerah sunter, dan hanya terus berharap, semoga mereka dapat tertidur nyenyak malam ini.

Setelah sekian bulan meninggalkan kamar di rumah, akhirnya merasa ingin berkunjung kembali kesana,..miss my room. Kamar memang menjadi sangat privasi bagi setiap orang, dalam ruang itulah kita berhak berkreasi di dalamnya, sebuah simulasi ataupun replika ruang sebelum kita mempunyai sebuah hunian tetap, kita sebut saja rumah. Rumahku berbeda dengan Rumahmu.

s2020064.JPG

Selipkan folder lagu Rudit di MP4 ku, terdengar treasure-nya the cure, dan strange glue-nya catatonia, maka ku kan terlelap. Namun si bapak hanya mendengarkan gemuruh suara TAXI dan motor berpenumpang entah siapa, serta angin yang terus menyelimuti disekitaran tubuhnya, bukan selimut, sekali lagi bukan selimut tebal nan wangi loundry pinggiran jalan itu.

Mencoba mengingat beberapa tahun lalu, dikala tengah malam di waktu tidur,.adakalanya selalu terbangun hanya untuk pipis ataupun sekedar menenggak air putih di lemari es, dan kembali melanjutkan tidur kembali di waktu yang tersisa. Saat ini hal itu tak pernah terulang kembali, tak pernah ada yang meneliti hal tersebut, pikiran tersebut hanya muncul dikarenakan sebuah pengalaman waktu kecil disaat semua masih terpola dengan rapih. Kapan saat kau harus sekolah, kau harus bermain bola, sarapan pagi, sampai mengerjakan PR-mu dari sekolah.

“gw punya kosan,..tapi nggak tau kenapa gw selalu suka tidur di sini, enak bareng temen-temen, bisa nonton tv, paling cuma numpukin barang aja kalo di kosan”.(narasumber pemuda pecinta komik lulusan Universitas Indonesia) Betapa sebuah situasi dalam ruang begitu terasa sangat diperhitungkan untuk mencapai tingkat kenyamanan bagi tiap orang. Disaat ada sebagaian orang yang memilih untuk dapat beristirahat dengan tenang di sebuah kamar yang berteman dengan cd player serta bantal guling, dan ada juga yang rela beralaskan buntelan kain sampai lengan sebagai bantalnya dan rela berdesak-desakan dikarenakan kapasitas ruang tersebut tak mencukupi untuk semua orang, namun disitulah terlihat eratnya letak kebersamaan yang saya lihat. Manusia pasti akan berubah. Semua akan berubah saat semua menyadari bahwa kondisi seperti ini sudah tak tepat lagi.

Menyimak sebuah pergerakan roda ekonomi di pelataran pasar tradisional daerah pasar minggu, begitu ramainya, tepat disaat semua orang tertidur lelap, ini pukul 3 dini hari, namun mereka sudah mulai merapikan bayam hasil panen kebunnya. Dan disaat semua pegawai dan anak sekolah kembali memulai aktifitasnya, mereka pun menyiasati waktu sedikit untuk beristirahat dan kembali menyiangi hasil panennya. “kalau tidur terus,..kita nggak bisa makan mas,..”

Segala sesuatu yang berlebih atau kekurangan sekalipun memang tidak pernah dapat diketahui mana yang benar dan apa yang salah.

Kembali menyadarkan betapa sebuah aktifitas bila dirasa sudah memusingkan, marilah kembali berfikir bahwa bukan hanya kamu senidri yang hidup, otak, jantung, aliran darah, semu membantu. Tapi disaat kelelelahan tiba, tolong coba sayangi otakmu, jantungmu, dan aliran darahmu, dengan beristirahat sejenak. Selamat tidur.

m.sigit budi.s

2 Responses to “the sleeper’s”

  1. bangaiptopon 09 Nop 2007 at 08:12

    sekedar saran: ada baiknya kalau ini lebih dipajang pada weblognya sigit, sang penulis.

    Sekedar saran. Ndak kurang, ndak lebih.

  2. akewon 09 Des 2007 at 12:10

    segera dilakukan konsolidasi kepada sdr sigit

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply