Archive for Januari, 2008

akew

Project_or #5

project_or.jpg

Project_Or.., yang berasal dari kata projector ( baca: proyektor ) yang berarti sebuah alat yang berfungsi untuk menampilkan / memproyeksikan gambar pada layar proyeksi atau permukaan serupa untuk dapat dilihat orang banyak. Oleh karena hal tersebut kami memaknai project ini dan menamakan project ini sebagai Project_Or. Melalui project ini kami mencoba menampilkan orang – orang yang kami pilih untuk dapat berpameran. Menampilkan hasil karya mereka yang akan mereka buat dan sajikan melalui proses dan kegiatan berkesenian. Dalam hal ini Kami mencoba untuk men-support segala bentuk kegiatan yang berhubungan dangan project ini hingga sampai pada proses akhir. Dalam Project_Or #5 kali ini kami mencoba menampilkan beberapa ‘artist’ yang kami undang dan pilih untuk dapat ikut dalam project ini. Berasal dari latar belakang dan disiplin ilmu yang berbeda, kami mencoba merangkum, men-support dan memfasilitasinya menjadi satu dalam ruang konsentrasi tanpa batas. ‘Bermain’ dengan isu – isu dan sebuah wacana sebagai dasar mereka dalam berpikir dan bertindak yang kemudian di aplikasikan menjadi sebuah karya yang menarik. Melalui sebuah proses presentasi ide dan gagasan, sharing, brain stroming, proses kurasi dan berkarya untuk menuju hasil akhir, yaitu persentasi kepada publik dalam bentuk pameran. Sebuah hasil akhir dari rentetan kegiatan ini yang harus di penuhi, sebuah bentuk tanggung jawab terhadap karya dan publik untuk kemudian dapat di apresiasikan oleh publik ( baca: masyarakat ). Karya yang ditampilkan pun beragam, tidak sebatas pada karya murni, desain, dan kriya, melainkan dapat pula menampilkan karya fotografi, instalasi, video art, ataupun video instalasi yang disajikan dan tetap dalam wacana serta konteks visual art_seni visual yang yang dapat dinikmati.

IMS (infeksi menular seksual) dan HIV-AIDS memang sangat menakutkan, berbanding terbalik dengan bayangan kesenangan saat melakukan hubungan seksual, namun berdasarkan fakta yang diungkap saat perkuliahan berlangsung, ternyata masih ada saja orang yang tidak merasa takut terhadap dua sekawan syndrom diatas.

Jika masih kurang menakutkan menurut anda, silahkan mencoba berbagai tantangan di bawah ini:

Oke, cukup untuk berita menyeramkannya, karena saya sendiri sudah sangat ketakutan walau cuma menuiskannya di artikel ini. Untungnya dosen kuliah terbang dapat memberikan ceramah kuliah dengan sangat menarik, terutama saat memberikan informasi penanggulangan, pencegahan, dan perlakuan terhadap penderita IMS dan HIV-AIDS.

Kuliah kali ini di sajikan oleh tim dosen dari DAMAR (Serang Banten) yang merupakan salah satu dari badan pelaksana KPA (komisi Penyuluhan AIDS).

Yang termasuk IMS antara lain:

  • Kencing nanah
  • klamidia
  • sifilis (raja singa)
  • ulkus mole / chancroid / koreng yang disebabkan haemophilus ducreyi
  • jengger ayam / kutil kelamin / condiloma accuminata yang disebabkan human papiloma virus
  • herpes kelamin / genetalis / simpleks yang disebabkan herpes simpleks virus

penderita IMS 10 kali lebih mudah terinfeksi HIV, hiiyy… seyeemmm…

Beberapa trik pencegahan dikemukakan, salahsatu yang paling sering di jelaskan pada tiap penuluhan adalah rumus A-B-C-D-E ; Abstinance, Be faithful, Condom is always, no Drug, dan personal Eqiupment is never to share.

penanggulangan yang bisa dilakukan jika terinfeksi salah satu dari IMS adalah sedapat mungkin terus melakukan pengobatan dengan/harus didampingi dan sesuai petunjuk dokter ahli. Ini adalah prosedur standar.

akew

Hybrid art exhibition

Photobucket
Bungkus; memiliki pengertian yang beragam, bisa sebagai lapisan yang menyatukan berbagai objek didalamnya, sehingga menghadirkan impresi yang berbeda, image yang berbeda.

Bungkus juga identik pada konsep saji (pada akanan cepat saji), segala yang berbau ‘instan’. Saat ini kecenderungan untuk melakukan pembungkusan, pengemasan, pemampatan, penumpang-tindihan menjadi bagian dari aktifitas manusia, melakukan kegiatan dalam satu waktu, ruang dan pikiran.

Kondisi ini seperti menjadi semacam paket yang membawa pada percepatan informasi dalam satu waktu, sehingga bentuk bahasa dan informasi seperti mengkristal menjadi sebuah tanda-tanda yang lebih simbolik.

Ruang massa kini telah membentuk sebuah budaya (kultur) baru yang di sebut “world of sign“ dan berlaku secara global.

Sebuah percepatan dipengaruhi oleh kemajuan sistem dan teknologi informasi, sehingga instrumen yang memenuhi ruang dan waktu tersebut semakin tumbuh dan berkembang, pun dalam sekat-sekat imajiner, sehingga ruang yang tersedia seolah menyempit karena penuh sesak, tidak nyaman.

Kondisi tersebut memicu seseorang untuk mencari sedikit kesenanga, walaupun kesenangan dan kebahagian pseudo, yang mengalami de-formasi dalam proses pencapaiannya, de-formasi pada orientasinya, sehingga hasilnya adalah bentukan yang juga telah terdeformasi sedemikian rupa, dan hanya berlaku sesaat saja. Euphoria menjadi lebih dari cukup buat mereka.

Beberapa seniman Jakarta merespon kondisi ini dengan sangat cerdas, berbagai cara mereka memberikan ungkapan, konsepsi, dan interpretasi dari sebuah “Bungkus”.

Andy Tidjels (Sakit Kuning Collectivo) berkolaborasi dengan RM Herwibowo (Propagraphic) menciptakan “JoyBox”, sebuah box berupa instalasi interaktif terdiri dari satu paket ”hiburan”, mengumpulkan lalu menyatukan objek–objek dalam satu kemasan. Mereka Mencoba membuat ambience sebuah kelab malam didalam sebuah box. Membungkus suasana hingar bingar dalam satu container, lalu meletakkannya dalam ruang pamer. Menciptakan ruang didalam ruang.

Instalasi kolaborasi antara Ale dan Muhamad gatot (Serrum) yang bertajuk Miror Masking akan mengangkat masalah keberadaan bungkus secara identitas/personal dalam masyarakat kota yang multikultur. Gaya hidup, kemajuan teknologi dan percepatan arus informasi telah memudahkan masyarakat untuk mengkonsumsi segala produk yang telah dikemas secara massal. Sebuah produk dapat menciptakan image tertentu terhadap pemakainya, membuat seseorang lebih percaya diri, bahkan menaikkan status sosial.

Istalasi interaktif hasil kolaborasi antara Lily adi permana + Eko bintang yang bertajuk Inner sound; mengambil sampel bunyi sebagai sesuatu yang berpengaruh dalam pembentukan karakter kepribadian seseorang. Menyerap bunyi dari ruang audience, membungkusnya dan mengolahnya, lalu mengeluarkanya kembali ke audience.

Kolaborasi keenam seniman tersebut merupakan karya eksperimental, mencari hibridasi dari unsur yang berbeda.

Mari bungkus..

akew

project_or.jpg