Minggu malam 16 Mei 2010, pada pukul 20.00, Serrum mengadakan sebuah pembukaan pameran airbrush ‘PRESS-SURE’, sebuah pameran yang bertajuk ‘first Jakarta airbrush art exhibition/ pameran seni rupa airbrush pertama kali di Jakarta’ ini diramaikan oleh pengunjung yang antusias, baik dari kalangan kampus maupun orang luar, terbukti dari ramainya suasana di pelataran halaman dan kafe di Serrum pada malam itu.
Acara pembukaan pameran dimeriahkan oleh sebuah performance dari beberapa pameris, Emji, Atto dan Pay, aksi lukis airbrush diatas kertas dengan diiringi oleh eksperimental musik menggunakan penbrush sebagai alat tiup, kalau saya boleh menamakannya mungkin: ‘Alternative ekxperimental audio performance’
.
Pameran ini diikuti oleh tujuh orang pameris dengan latar belakang yang berbeda, namun memiliki satu ketertarikan dan aktif dalam berkarya dengan menggunakan media airbrush.
Arief Widiarso (Atto) disini mencoba menampilkan eksplorasi lukis airbrush yang dapat di terapkan pada objek atau benda-benda seperti T-Shirt, Seng bahkan ia menampilkan lukis airbrush pada sebuah ‘body part’ motor vespa dan memajangnya layaknya karya instalasi. Hamdi Ahadi, menampilkan karya ilustrasi dua dimensi dengan media airbrush diatas kertas, Rizky Saptoro Elfiari (Jaue Maxx) bereksplorasi dengan T-shirt, Pay menampilkan sebuah ‘body painting’ dengan patung manekin sebagai modelnya, Tonny Herdianto dengan lukis diatas kanvasnya, dan MG Pringgotono dengan eksplorasi media airbrush di beberapa objek yang ‘tak terpikirkan’, MG disini berhasil memunculkan airbrush sebagai media dengan fungsi manipulasi, contohnya sebuah karya MG yang menarik adalah lukisan diatas kayu, dengan gambar seorang lelaki bersama seekor kucing di pasang di langit-langit galeri, secara sekilas kita akan melihat langit-langit itu seperti berlubang dan ada orang yang mengintip dari lubang itu. Lebih menarik lagi adalah idenya untuk ‘menyulap’ tembok ruang galeri menjadi tampilan papan kayu dengan menggunakan airbrush dan berhasil direalisasikan bersama Arief Widiarso (Atto).
Tujuan dari pameran ini merupakan sebuah gerilya dari para pelaku seni airbrush (airbrusher) untuk mematangkan wacana airbrush sebagai salah satu media yang juga memiliki peranan lain dalam dunia Seni Rupa, sebuah ruang apresiasi yang konteksnya membuka pandangan publik tentang kreatifitas yang bisa dijamah oleh airbrush berbeda dengan yang selalu kita dengar dan kita ketahui umumnya.
Ardi Yunanto dalam tulisannya mengatakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan lain yang dapat dicapai dari potensi besar yang tersembunyi dari airbrush diluar konteks komersilnya yang konvensional.
‘..masih banyak ide yang bisa digali, terutama kalau berdasarkan kepekaan kita atas berbagai permasalahan yang terjadi di ruang publik, dengan kepekaannya, pemahaman objeknya, kemampuan realisme tingkat tingginya, daya manipulasinya, kelenturannya diatas bidang gambarnya, tidak hanya bisa berguna bagi orang banyak dan membuat airbrush mempunyai pesan sosial. Namun juga bisa menjawab, sekaligus melampaui tudingan atas airbrush yang selama ini hanya digunakkan sebagai hiasan produk…’
Juga seperti yang dikatakan Winanda Suciyadi dalam tulisannya,
‘Hadirnya pameran PRESS-SURE kali ini semoga saja dapat menjadi jalan bagi mereka (airbrusher) untuk menghadirkan karya-karya yang berbeda dari biasanya, lebih orisinil, personal lebih mengejutkan, dan lebih lagi.’
















