“TOLAK JAKSA DUNGU”
“BEBASKAN BERSIHAR LUBIS”
Itu slogan dan yel yel yang digunakan oleh para pendukung Bersihar Lubis
Tanggal 20 November 2007. Pada pukul 10 pagi. Bersihar Lubis diadili di Pengadilan Negeri Depok. Karena menyebut para para pelarang buku sebagai orang ‘dungu’.
Bersihar Lubis, ayah empat anak, kelahiran Gunungtua Batangonang, Tapanuli Selatan Sumatera Utara, 25 Februari 1950. Bukan anak muda. Saat tulisan ini diturunkan, umurnya 57 tahun. Dan dalam usianya yang tidak muda ini… Ia tetap menendang!
(dikutip dari http://arifkurniawan.wordpress.com/dukung-bersihar-lubis/)
Posted: Februari 20th, 2008
Categories:
program
Tags:
Comments:
No Comments.

Project_Or.., yang berasal dari kata projector ( baca: proyektor ) yang berarti sebuah alat yang berfungsi untuk menampilkan / memproyeksikan gambar pada layar proyeksi atau permukaan serupa untuk dapat dilihat orang banyak. Oleh karena hal tersebut kami memaknai project ini dan menamakan project ini sebagai Project_Or. Melalui project ini kami mencoba menampilkan orang – orang yang kami pilih untuk dapat berpameran. Menampilkan hasil karya mereka yang akan mereka buat dan sajikan melalui proses dan kegiatan berkesenian. Dalam hal ini Kami mencoba untuk men-support segala bentuk kegiatan yang berhubungan dangan project ini hingga sampai pada proses akhir. Dalam Project_Or #5 kali ini kami mencoba menampilkan beberapa ‘artist’ yang kami undang dan pilih untuk dapat ikut dalam project ini. Berasal dari latar belakang dan disiplin ilmu yang berbeda, kami mencoba merangkum, men-support dan memfasilitasinya menjadi satu dalam ruang konsentrasi tanpa batas. ‘Bermain’ dengan isu – isu dan sebuah wacana sebagai dasar mereka dalam berpikir dan bertindak yang kemudian di aplikasikan menjadi sebuah karya yang menarik. Melalui sebuah proses presentasi ide dan gagasan, sharing, brain stroming, proses kurasi dan berkarya untuk menuju hasil akhir, yaitu persentasi kepada publik dalam bentuk pameran. Sebuah hasil akhir dari rentetan kegiatan ini yang harus di penuhi, sebuah bentuk tanggung jawab terhadap karya dan publik untuk kemudian dapat di apresiasikan oleh publik ( baca: masyarakat ). Karya yang ditampilkan pun beragam, tidak sebatas pada karya murni, desain, dan kriya, melainkan dapat pula menampilkan karya fotografi, instalasi, video art, ataupun video instalasi yang disajikan dan tetap dalam wacana serta konteks visual art_seni visual yang yang dapat dinikmati.
Posted: Januari 11th, 2008
Categories:
program
Tags:
Project_or
Comments:
2 Comments.
IMS (infeksi menular seksual) dan HIV-AIDS memang sangat menakutkan, berbanding terbalik dengan bayangan kesenangan saat melakukan hubungan seksual, namun berdasarkan fakta yang diungkap saat perkuliahan berlangsung, ternyata masih ada saja orang yang tidak merasa takut terhadap dua sekawan syndrom diatas.
Jika masih kurang menakutkan menurut anda, silahkan mencoba berbagai tantangan di bawah ini:
Oke, cukup untuk berita menyeramkannya, karena saya sendiri sudah sangat ketakutan walau cuma menuiskannya di artikel ini. Untungnya dosen kuliah terbang dapat memberikan ceramah kuliah dengan sangat menarik, terutama saat memberikan informasi penanggulangan, pencegahan, dan perlakuan terhadap penderita IMS dan HIV-AIDS.
Kuliah kali ini di sajikan oleh tim dosen dari DAMAR (Serang Banten) yang merupakan salah satu dari badan pelaksana KPA (komisi Penyuluhan AIDS).
Yang termasuk IMS antara lain:
- Kencing nanah
- klamidia
- sifilis (raja singa)
- ulkus mole / chancroid / koreng yang disebabkan haemophilus ducreyi
- jengger ayam / kutil kelamin / condiloma accuminata yang disebabkan human papiloma virus
- herpes kelamin / genetalis / simpleks yang disebabkan herpes simpleks virus
penderita IMS 10 kali lebih mudah terinfeksi HIV, hiiyy… seyeemmm…
Beberapa trik pencegahan dikemukakan, salahsatu yang paling sering di jelaskan pada tiap penuluhan adalah rumus A-B-C-D-E ; Abstinance, Be faithful, Condom is always, no Drug, dan personal Eqiupment is never to share.
penanggulangan yang bisa dilakukan jika terinfeksi salah satu dari IMS adalah sedapat mungkin terus melakukan pengobatan dengan/harus didampingi dan sesuai petunjuk dokter ahli. Ini adalah prosedur standar.
Posted: Januari 10th, 2008
Categories:
program
Tags:
Kuliah Terbang
Comments:
1 Comment.

Bungkus; memiliki pengertian yang beragam, bisa sebagai lapisan yang menyatukan berbagai objek didalamnya, sehingga menghadirkan impresi yang berbeda, image yang berbeda.
Bungkus juga identik pada konsep saji (pada akanan cepat saji), segala yang berbau ‘instan’. Saat ini kecenderungan untuk melakukan pembungkusan, pengemasan, pemampatan, penumpang-tindihan menjadi bagian dari aktifitas manusia, melakukan kegiatan dalam satu waktu, ruang dan pikiran.
Kondisi ini seperti menjadi semacam paket yang membawa pada percepatan informasi dalam satu waktu, sehingga bentuk bahasa dan informasi seperti mengkristal menjadi sebuah tanda-tanda yang lebih simbolik.
Ruang massa kini telah membentuk sebuah budaya (kultur) baru yang di sebut “world of sign“ dan berlaku secara global.
Sebuah percepatan dipengaruhi oleh kemajuan sistem dan teknologi informasi, sehingga instrumen yang memenuhi ruang dan waktu tersebut semakin tumbuh dan berkembang, pun dalam sekat-sekat imajiner, sehingga ruang yang tersedia seolah menyempit karena penuh sesak, tidak nyaman.
Kondisi tersebut memicu seseorang untuk mencari sedikit kesenanga, walaupun kesenangan dan kebahagian pseudo, yang mengalami de-formasi dalam proses pencapaiannya, de-formasi pada orientasinya, sehingga hasilnya adalah bentukan yang juga telah terdeformasi sedemikian rupa, dan hanya berlaku sesaat saja. Euphoria menjadi lebih dari cukup buat mereka.
Beberapa seniman Jakarta merespon kondisi ini dengan sangat cerdas, berbagai cara mereka memberikan ungkapan, konsepsi, dan interpretasi dari sebuah “Bungkusâ€.
Andy Tidjels (Sakit Kuning Collectivo) berkolaborasi dengan RM Herwibowo (Propagraphic) menciptakan “JoyBoxâ€, sebuah box berupa instalasi interaktif terdiri dari satu paket â€hiburanâ€, mengumpulkan lalu menyatukan objek–objek dalam satu kemasan. Mereka Mencoba membuat ambience sebuah kelab malam didalam sebuah box. Membungkus suasana hingar bingar dalam satu container, lalu meletakkannya dalam ruang pamer. Menciptakan ruang didalam ruang.
Instalasi kolaborasi antara Ale dan Muhamad gatot (Serrum) yang bertajuk Miror Masking akan mengangkat masalah keberadaan bungkus secara identitas/personal dalam masyarakat kota yang multikultur. Gaya hidup, kemajuan teknologi dan percepatan arus informasi telah memudahkan masyarakat untuk mengkonsumsi segala produk yang telah dikemas secara massal. Sebuah produk dapat menciptakan image tertentu terhadap pemakainya, membuat seseorang lebih percaya diri, bahkan menaikkan status sosial.
Istalasi interaktif hasil kolaborasi antara Lily adi permana + Eko bintang yang bertajuk Inner sound; mengambil sampel bunyi sebagai sesuatu yang berpengaruh dalam pembentukan karakter kepribadian seseorang. Menyerap bunyi dari ruang audience, membungkusnya dan mengolahnya, lalu mengeluarkanya kembali ke audience.
Kolaborasi keenam seniman tersebut merupakan karya eksperimental, mencari hibridasi dari unsur yang berbeda.
Mari bungkus..
Posted: Januari 10th, 2008
Categories:
info,
project
Tags:
Pameran
Comments:
No Comments.

Posted: Januari 7th, 2008
Categories:
program
Tags:
Comments:
No Comments.

kurang lebih satu minggu terakhir ini, PROPAGRAPHIC benar-benar tenggelam dalam kesibukan, mereka seperti benar2 ga peduli lagi ma pembagian penggunaan waktu yang lazim berlangsung, ga ada jam istirahat, ga ada jam kerja, ga ada jam maka, ga ada jam mandi, ga ada jam pacaran, pokoke semua sibuk, malam jadi siang, siang jadi pagi, pagi jadi siang, kerja terus.
setiap penggrafis yang terlibat di project ini minimal memproduksi 100an lembar poster, semuanya di kerjakan dengan koordinasi yang sangat manis, benar-benar simultan, dua lokasi studio yaitu stidoa grafis serrum, dan studia grafis, jurusan seni rupa unj, di gunakan dengan sangat efesien.
Â
bowo a.k.a ombow a.k.a robowo terlihat sangat efektif mengkoordinasikan setiap asset yang ada.






Posted: Desember 31st, 2007
Categories:
project
Tags:
Propagraphic
Comments:
No Comments.
Musiklogue
Review kuliah terbang kali ini yang membahas tentang perkembangan musik dunia dan indonesia yang di bawakan oleh sdr. Ucrit, seniman dari Jatiwangi Art Factory. Pembahasan di titik beratkan pada komprehensi musik nasional dan tradisional indonesia.
Seperti yang telah di ketahui bahwa, musik adalah sebuah bentuk ekspresi yang dapat di nikmati secara global, memiliki potensi untuk saling mengintervensi dan mempengaruhi warna masing-masing daerahnya
Proses saling mempengaruhi itu berlangsung secara natural, tidak ada paksaan, biasanya disebabkan karena rasa ketertarikan terhadap sesuatu yang baru, irama yang baru, harmoni yang baru.
Bukan merupakan kesalahan tentunya jika kemudan manusia mulai merasa rindu terhadap kenangan masa lalu.
Romantisme itu pun berhasil di munculkan oleh penyaji dengan memutar beberapa video clip lama, dan semakin mundur kebelakang hingga pada pembahasan tangga nada yang di gunakan pada instrumen musik tradisional.
Mungkin meniru patern yang di buat Eropa mengenai DO-RE-MI-FA-SOL-LA-SI-DO, budaya Sunda di Indonesia juga memiliki patern yang berbeda, yaitu DA-MI-NA-TI-LA-DA, sedangkan India memiliki SA-RI-GA-MA-PA-DA-MI-SA. India dan Eropa memiliki kesamaan dalam hal jumlah putaran tangga nada, yaitu delapan tangga nada dasar, yang unik adalah budaya sunda yang hanya memiliki enam tangga nada.
Dalam sesi diskusi yang di gelar, pertanyaan mengapa hanya berjumlah enam menjadi pertanyaan yang tersulit di jawab oleh penyaji, kemudian pembahasan meningkat pada alasan konvensi tangga nada tersebut, khusus pada tangga nada doremifasollasido.
dijelaskan bahwa pentingnya sebuah kesepakatan untuk membuat notasi simbolik pada dunia musik, salah satunya adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan, catatan sejarah, referensi yang bisa di pahami dan di pelajari, dan tidak bisa di pungkiri bahwa perkembangan musik selanjutnya sangat di pengaruhi oleh itu semua.
Ada y ang sangat menarik yang di unkapkan oleh penyaji, bahwa perkembangan musik modern di indonesia tertinggal lebih dari 30 tahun, kenyataan tersebut diperkuat dengan di sajikannya beberapa video klip yang memberikan perbandingan nuansa, irama, tempo, ritme, dan warna musik modern eropa dengan Iindonesia. siapa sangka bahwa genre musik modern Indonesia telah di mainkan pemusik era 60-an di Eropa dan Amerika, beberapa klip yang dimainkan terdengar sangat familiar dengan irama musik pop, ataupun rock yang di bawakan grup band yang saat ini tengah men empati posisi atas tangga lagu indonesia.
Tetapi ha tersebut bukanlah hal yang merisaukan, karena sesungguhnya musik memiliki lebih dalam makna dari pada sekedar membuntuti euporia tren yang berlangsung.
menurut penyaji, langkah yang dilakukan oleh para pendahulu yang membuat kesepakatan (konvensi) dan merumuskan rumusan tingkat tangga nada dalam bentuk notasi simbolik yang dapat di baca, di pahami, di operasionalkan kedalam berbagai kebutuhan berkaitan dengan pengkajian musik, adalah sebuah langkah dan penemuan luar biasa, musik beralih menjadi disiplin yang sangat kompleks sebagai sebuahilmu sekaligus tetap memiliki warna yang memenuhi kebutuhan ekspresi, impresi , dan gejolak, baik yang bersifat sangat personal, maupun yang memiliki pengaruh sosial.
Esensi sebuah musik selaiknya dipahami sebagai sebuah karya seni dengan potensi yang menyentuh wilayah multidimensional dan multifungsi. Sebagai catatan bahwa saat ini musik sudah mencapai perkembangan yang melingkupi univesalitas dimana musik di wilayah tertentu tidak harus selalu membawa ciri wilayahnya, tetapi satu daerah atau negara dapat menciptakan warna musik yang biasa di mainkan daerah atau negara lain yang sangat berjauhan letaknya.
Posted: Desember 17th, 2007
Categories:
info
Tags:
Kuliah Terbang
Comments:
No Comments.

Posted: November 17th, 2007
Categories:
program
Tags:
Kuliah Terbang
Comments:
No Comments.
“This is knives out berdengung di telinga, sembari menikmati lalu lalang aktifitas,..selamat pagi jakarta..â€
Â

Berpuluh-puluh kilo di satu malam, tarik angin rawamangun hingga ke daerah lenteng. Selalu senang berada di malam hari, selalu penuh kejutan. Tempat persinggahan sementara, ada yang menyapa, dan ada pula yang kesal. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Mencoba bersosialisasi dengan orang baru di malam hari memang terasa menyusahkan, malam selalu menjadikan sebuah keadaan yang harus diwaspadai, di saat itulah kita mulai merasa takut, dan yang ditakuti pun beragam. Malam adalah saat dimana hampir semua manusia lumpuh, mereka tertidur. Tertidur pulas. Ambil nafas panjang, meraba-raba alas, ucapkan doa, dan sandarkan ponsel di sebelahmu, zziippppppp,..kau menghilang sejenak.
Sebut dia seorang lelaki berkendara gerobak beroda 3, bersama sekumpulan barang bawaanya, dia melihat sudut pandang kota dari sana, dan dia pun tertidur di dalamnya. Melintas di Saharjo dan bertemu dengannya, hingga sampai ke perbincangan dan sindiran-sindiran kecil, ramah kaum jelata.
“saya jarang bermimpi mas, kalo tidur di rumah bersama anak istri baru bisa,…â€
Berhenti mendadak, tuk sejenak memberi kafein dan nikotin agar tubuh terus terjaga, agak memaksa,.. ya mau bagaimana lagi. Bangku panjang menjadi sandaran pilihannya, tanpa selimut, hanya obat oles anti nyamuk, itupun sachet. Pola hidup tiap orang memang berbeda, apalagi jam tidurnya, “jangan samakan kami dengan pegawai kantoran, kami belum terbiasa..â€
Ditemukannya artikel ini di internet, selamat membaca,...â€Walaupun selama ini masalah tidur tidak dianggap sebagai masalah yang besar, kajian baru-baru ini menunjukkan bahawa masalah tidur boleh membawa kepada masalah jantung. Dalam satu kajian dari tempo 1996 sehingga 1998, dan diterbitkan dalam journal “Occupational and Environmental Medicine” keluaran Juli,…†maka dari itu sayangi jantung anda dengan tidur teratur, tidak mengkonsumsi nikotin dan kafein, dan alhasil saya akan selalu ceria, namun hampa. Pilihan yang berat.
Mencoba mengkondisikan sebuah suasana yang nyaman, namun terkadang suasana yang nyaman pun akan menjadi sangat relatif, terhadap situasinya sendiri, ataupun yang membutuhkannya itu sendiri. Mengintip sebuah keadaan intim para kuli panggul yang tinggal di kolong by pass daerah sunter, dan hanya terus berharap, semoga mereka dapat tertidur nyenyak malam ini.
Setelah sekian bulan meninggalkan kamar di rumah, akhirnya merasa ingin berkunjung kembali kesana,..miss my room. Kamar memang menjadi sangat privasi bagi setiap orang, dalam ruang itulah kita berhak berkreasi di dalamnya, sebuah simulasi ataupun replika ruang sebelum kita mempunyai sebuah hunian tetap, kita sebut saja rumah. Rumahku berbeda dengan Rumahmu.

Selipkan folder lagu Rudit di MP4 ku, terdengar treasure-nya the cure, dan strange glue-nya catatonia, maka ku kan terlelap. Namun si bapak hanya mendengarkan gemuruh suara TAXI dan motor berpenumpang entah siapa, serta angin yang terus menyelimuti disekitaran tubuhnya, bukan selimut, sekali lagi bukan selimut tebal nan wangi loundry pinggiran jalan itu.
Mencoba mengingat beberapa tahun lalu, dikala tengah malam di waktu tidur,.adakalanya selalu terbangun hanya untuk pipis ataupun sekedar menenggak air putih di lemari es, dan kembali melanjutkan tidur kembali di waktu yang tersisa. Saat ini hal itu tak pernah terulang kembali, tak pernah ada yang meneliti hal tersebut, pikiran tersebut hanya muncul dikarenakan sebuah pengalaman waktu kecil disaat semua masih terpola dengan rapih. Kapan saat kau harus sekolah, kau harus bermain bola, sarapan pagi, sampai mengerjakan PR-mu dari sekolah.
“gw punya kosan,..tapi nggak tau kenapa gw selalu suka tidur di sini, enak bareng temen-temen, bisa nonton tv, paling cuma numpukin barang aja kalo di kosanâ€.(narasumber pemuda pecinta komik lulusan Universitas Indonesia) Betapa sebuah situasi dalam ruang begitu terasa sangat diperhitungkan untuk mencapai tingkat kenyamanan bagi tiap orang. Disaat ada sebagaian orang yang memilih untuk dapat beristirahat dengan tenang di sebuah kamar yang berteman dengan cd player serta bantal guling, dan ada juga yang rela beralaskan buntelan kain sampai lengan sebagai bantalnya dan rela berdesak-desakan dikarenakan kapasitas ruang tersebut tak mencukupi untuk semua orang, namun disitulah terlihat eratnya letak kebersamaan yang saya lihat. Manusia pasti akan berubah. Semua akan berubah saat semua menyadari bahwa kondisi seperti ini sudah tak tepat lagi.
Menyimak sebuah pergerakan roda ekonomi di pelataran pasar tradisional daerah pasar minggu, begitu ramainya, tepat disaat semua orang tertidur lelap, ini pukul 3 dini hari, namun mereka sudah mulai merapikan bayam hasil panen kebunnya. Dan disaat semua pegawai dan anak sekolah kembali memulai aktifitasnya, mereka pun menyiasati waktu sedikit untuk beristirahat dan kembali menyiangi hasil panennya. “kalau tidur terus,..kita nggak bisa makan mas,..â€
Segala sesuatu yang berlebih atau kekurangan sekalipun memang tidak pernah dapat diketahui mana yang benar dan apa yang salah.
Kembali menyadarkan betapa sebuah aktifitas bila dirasa sudah memusingkan, marilah kembali berfikir bahwa bukan hanya kamu senidri yang hidup, otak, jantung, aliran darah, semu membantu. Tapi disaat kelelelahan tiba, tolong coba sayangi otakmu, jantungmu, dan aliran darahmu, dengan beristirahat sejenak. Selamat tidur.
m.sigit budi.s
Posted: November 9th, 2007
Categories:
senang-senang
Tags:
Art Project
Comments:
2 Comments.
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar event pameran yang melibatkan beberapa komunitas seni dan seniman untuk bergabung berkolaborasi mengangkat satu tema besar yang di beri nama “TANDA KOTA”. Serrum menjadi salah satu komunitas yang ikut serta dalam event ini. Sajian di ruang pamer Galeri Cipta II & III Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 14 s.d 30 Nopember 2007 menjadi akhir eksekusi project ini.
Berdasarkan tema tersebut, maka digagaslah sebuah ide yang dipahami memenuhi wacana tanda kota tersebut, yaitu mengenai konsep ruang yang menjadi bagian atau elemen yang memberikan identitas sebuah kota besar. Katakanlah halte bus, rumah sakit, gedung perkantoran, kamar kos-kosan, gerobak sampah, rambu lalulintas, warung roko, dan lain sebagainya merupakan sebuah identitas yang memberikan penandaan pada kota-kota besar, terutama Jakarta.
Memahami konsep ruang tersebut, maka digulirkan sebuah tema “SATUSELIMUT”.

Satuselimut berbicara mengenai penggunaan ruang atau tempat oleh masyarakat untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar merek, yaitu tidur. Berbagai atribut digunakan untuk membuat mereka terlelap dengan nyaman. Ponsel, asbak, selimut, tutup mata, dan lain sebagainya merupakan atribut yang biasa di kenakan saat ingin tidur selain tentu saja tempat tidur yang nyaman.






â€Sudah berapa lama tinggal disini pak?â€
â€10 th, sejak tahun 1997. Dulu saya tinggal di rumah orang tua di tanah abang. Sekarang umur saya 56 tahun, untuk penghasilan sehari-hari saya jual beli barang bekas. Diwaktu senggang saya suka membuat lukisanâ€
â€wah, buatnya dari apa pak?â€
â€dari bahan yang saya temukan, kadang kanvas, karpet, apa sajaâ€.
â€Biasanya bapak tidur dengan siapa? dan berapa jam tidurnya?”
â€sendiri, hanya dengan gerobak saya ini. Biasanya saya tidur dari jam 12 malam sampai jam 5 pagiâ€
â€kok bapak memilih tinggal disini?â€
â€Saya merasa lebih bebas dan nyaman.â€
â€Nyaman gimana pak?â€
â€Ya senang bisa jalan-jalan tiap hari tanpa beli bensin, meski cape kalo pake gerobak. Kan mesti di dorong-dorongâ€
†Berarti bapak nggak slalu disini dong? paling sering dimana menetapnya pak?”
â€disini, saharjo. Tapi kalo lagi ada hajatan di sebelah sanaan, cari tempat yg kosong.â€
â€Pernah ngalamin hal buruk ketika tidur disini pak?â€
â€belum pernah, paling-paling gak punya duit…perut laper. Ya tapi gak gitu lamaâ€
Posted: November 9th, 2007
Categories:
info
Tags:
Art Project
Comments:
No Comments.