Dalam rangka menyambut ulang tahun daripada SERRUM yang dinyatakeun di Rawamangun Jakarta. Dibuatlah dalam padanya cerita dalam gambar bergerak ini. Judulnya; “beginilah nasib seniman deadline”
Dalam rangka menyambut ulang tahun daripada SERRUM yang dinyatakeun di Rawamangun Jakarta. Dibuatlah dalam padanya cerita dalam gambar bergerak ini. Judulnya; “beginilah nasib seniman deadline”
main catur empat orang dalam satu papan, hayo siapa mau ikut???
ada yang menarik nih.
main catur empat orang sekaligus, pasti ribet banget ya.
penasaran…
dateng ke UNJ, daftar kompetisinya segera.
pendaftaran ditutup 28 agustus 2007.



Mengapa kita bermain The Conqueror Chess?
· Interaksi 4 orang berbeda dengan interaksi 2 orang.
· The Conqueror Chess dapat memancing sisi emosional kita.
· Menciptakan sensasi emosional itu menarik.
· Kita tersimulasikan kedalam sebuah suasana sosial.
· Bukankah manusia cenderung kompetitif?
· Kita dapat mengetahui sejauh mana kita dapat melakukan hal-hal yang bersifat politis, karena The Conqueror Chess menyediakan hal itu.
· Semakin banyaknya kemungkinan yang akan terjadi.
· Strategi yang dinamis.
“The Conqueror Chess†adalah sebuah modifikasi catur dengan perubahan secara global. Dengan penambahan pemain menjadi 4 orang, penambahan petak mencapai 16 x 16 buah. Sedangkan pada bidak, perubahan hanya terjadi pada warna yaitu merah, biru, kuning, dan hijau. Tiap warna mewakili 1 set bidak dimana tiap set terdiri dari 16 bidak. (tidak ada perubahan yang terjadi pada posisi dan komposisi bidak). Komposisi global pada The Conqueror Chess bersifat simetris, keempat orang pemain saling berhadapan. Hal yang menarik yang dapat dirasakan dalam permainan tersebut berasal dari pola komposisi simetris tersebut, sehingga ketika pemain menerapkan peraturan catur konvensional, hal-hal yang berlaku pada catur konvensionalpun ikut berubah, salah satu contohnya adalah posisi benteng yang dapat langsung digerakkan pada langkah pertama, atau kuda yang yang dengan mudah dapat mengancam posisi benteng lawan dan sebagainya.
Banyak strategi-strategi bersosialisasi yang secara tidak langsung kita gunakan dalam bermain The Conqueror Chess. Refleksi personal, dalam hal ini faktor-faktor secara emosional, cara berpikir, cara pandang, ataupun cara berkomunikasi kepada pemain lain dalam kode-kode tertentu dapat terlihat dalam pengambilan setiap langkah.
“The Conqueror Chess†adalah sebuah media alternatif untuk merefleksikan kemampuan sosial dan pengembangannya, berdasarkan simulasi-simulasi yang terdapat didalamnya. Banyak hal yang membuat The Conqueror Chess berbeda dengan catur konvensional, antara lain adalah adanya strategi-strategi yang melibatkan faktor-faktor emosional dan strategi dari refleksi pola sosial masyarakat yang semakin kompleks.
Pion
Kenaikan pangkat Pion sebanyak 15 langkah ke depan
Kuda
Gerakan Kuda tetap sama seperti abjad L
Benteng
Pada posisi awal, setiap Benteng memiliki wilayah teritorial
pada petak terluar
Menteri
Gerakan Menteri selalu diagonal (hitam ataupun putih)
Perdana Menteri
Gerakan bebas ke segala arah (vertikal, horizontal, dan diagonal)
Pada posisi awal, Perdana Menteri selalu berada disebelah kiri Raja
Raja
Regicide atau raja sebagai penentu kekalahan atau kemenangan
Posisi raja selalu berada disebelah kanan Perdana Menteri
Gerak raja tetap 1 petak ke segala arah
Mode Permainan
Team Mode
Team Mode merupakan mode permainan dimana terdapat 2 kubu. Masing-masing kubu tersebut terdiri dari 2 pemain yang saling bekerja sama dalam mengalahkan kubu lainnya. Proses kerjasama tersebut dilakukan dengan cara menganalisa langkah teman sepihak, dan juga menganalisa gerak-gerik tim lawan. Pola permainan yang berputar searah jarum jam membuat para pemain dalam satu tim harus berjalan berselingan dengan tim lawan. Hal tersebut memudahkan proses analisa gerakan teman satu tim maupun tim lawan.
Posisi teman sepihak harus berseberangan.
Misalnya:
Merah berseberangan dengan Hijau (Tim Ungu)
Biru berseberangan dengan Kuning (Tim Oranye)
Tim Oranye melawan Tim Ungu
Conquer Mode
Dalam permainan The Conqueror Chess, Conquer Mode adalah salah satu mode permainan dimana keempat pemain saling memperebutkan daerah kekuasaan. Layaknya sebuah kompetisi, dalam memperebutkan daerah kekuasaan, setiap pemain dihadapkan oleh tiga orang enemy dengan beragam strategi merebut dan mempertahankan daerah kekuasasan. Setiap pemain dapat menggunakan berbagai strategi, mulai dari menyerang, bertahan, mengadu domba, bahkan mengandalkan kekuatan salah satu enemy demi kepentingan pribadi (opportunity). Di dalam mode permainan ini, sang pemenang adalah pemain yang paling lama bertahan.
Pihak Merah dihadapkan pada 3 pihak yang lainnya (Biru, kuning dan Hijau) dan begitupula pihak yang lainnya.
Pola penyerangan bebas, samping kanan, kiri atau depan.
Peraturan Permainan
Peraturan Permainan
The Conqueror Chess memiliki peraturan permainan yang hampir sama dengan permainan catur konvensional, kesamaan tersebut terdapat pada aturan tiap set bidak (tiap pemain). Selain itu, ada beberapa perbedaan yang cukup mendasar dalam pola permainan, seperti:
 Written by arief rachman
..ulasan ini hanya mencoba untuk mempertanyakan kembali tentang sesuatu yang kita lakukan dan apakah sebenarnya kita merasakan kebutuhan akan hal tersebut?
iya gak sich’. Begini ceritanya;
Ternyata dan ternyata, proses hidup manusia itu memerlukan 3 hal penting dalam menjalani kehidupannya.
Yang pertama adalah agama, ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap rohani dan keimannya, terus-terus..
Kedua, ilmu Pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan akalnya, dan yang terakhir adalah Seni yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rasanya.
Oleh karena itu dari ketiga hal penting diatas maka segala macam bentuk pertanyaan manusia tentang keadilan dan kebaikan akan didapatkan melalui agama (etika). Kalau masalah kebenaran dapat diperoleh jawabannya melalui ilmu pengetahuan (logika). Dan melalui Seni (estetika) adalah jawaban manusia untuk masalah keindahan. Tiga hal tersebut bersifat mengikat dan ya… harus terpenuhi untuk kelengkapan juga kesempurnaan hidup manusia.
percaya gak percaya.. silahkan mencoba
SELAMAT MENJALANI
(lagi…)
Review Kuliah terbang edisi #7
Pembicara; Indra Ameng
Written by restu
Pada kuliah terbang edisi #7 kali ini,tema yang diangkat adalah mengenai fotografi. Namun fotografi yang dibahas oleh Indra Ameng adalah bukan mengenai fotografi secara teknis dan dari sudut pandang jurnalistik, melainkan fotografi sebagai alat dalam karya seni rupa. Bagaimana sebuah karya foto dapat mepresentasikan ruang dan waktu, serta menghadirkan kembali suatu momen, seperti mesin waktu.
(lagi…)

Membahas mengenai bagaimana menulis menyusun dan menerbitkan sendiri.
di buka untuk umum dan gratis
Pembicaranya adalah indra ameng yang akan menceritakakan bagaimana karya foto nya di presentasikan diruang publik
Pembicara: Bonnie Triyana pada Kuliah Terbang #4 di SERRUM
Written by sigit
Suatu pagi pada 8 Mei 1964 sebuah berita radio mengabarkan pidato Presiden Soekarno yang melarang Manifes Kebudayaan. Sebuah gerakan kebudayaan “tutup usia” kala itu.
“Bagi saya, kejadian itu sangat menyentakkan hati. Dan mungkin bukan hanya saya yang gugup.” demikian tulis Goenawan Mohamad dalam “Afair Manikebu, 1963-1964″ (Ekstopi, 2002:107).