Enakan memilih Duit atau Pemimpin?
Oleh Santribuntet
Maaf ini adalah postingan bercanda sifatnya…
Jika ada pemilihan pemimpin yang tanpa disembling dengan duit, maka saat ini Pemilihan ketua RT dan RW lah yang menurut saya paling bersih dari politik kepentingan. Setidaknya itulah yang saya alami di wilayah ku tinggal Keb. Lama Jaksel hanya 2 jam selesai, tanpa kampanye dan memenuhi undang-undang pemeilihan demokrasi dan tanpa rekayasa.
Jika pemilihan presiden dan kepala daerah sarat dengan keributan dan asesorisnya adalah “ado jotos” antar partai, maka tidak demikian semalam itu. Tidak ada partai yang tertarik mencalonkan, tidak ada yang berantem, bahkan cenderung pemilihan itu sepi dari peminat selain para pengurus RT saja yang terlibat.
Jika Orang-orang kaya di tempat saya ditawari suruh jadi RW pada menolak, maka tidak demikian dengan menjadi calon Lurah, Camat, Bupati, Walikota Gubernur atau Presiden. Bukan ditawari, malah menawarkan diri, berkampanye dan siap terjun dengan seribu macam “tipu muslihatnya.” Bahkan jika kalah dalam pemilihan kepala daerah, uang sebanyak ratusan milyar menguapun masih bisa tersenyum di depan publik. Seolah tidak ada kekecewaan. “Kecil uang itu saya masih banyak (hutang-hutang) yang disimpan.”
Mana ada tukang ojek yang mau mencalonkan jadi presiden atau dibawahnya, tapi semalam tukang ojek pun bisa menjadi calon ketua RW. Dengan modal keberanian dan hampir tanpa biaya semua itu mudah dilalui. Hanya saja semalam tukang ojek yang gagasannya bagus itu tidak bisa melawan ketua RW yang lama yang bersedia dicalonkan kembali.
***
Jadi jawabannya apa dong man jika ditanya:
mengapa jika dalam proses pemilihan ketua RT/RW terkesan ogah-ogahan dicalonkan sementara jika pemilihan Presiden, pimpinan partai hingga kepala daerah sarat dengan masalah dan “ado jotos”?
“masa loh kagak tahu sih, atau pura-pura bego?” kata apud menimpali si maman.
“lah saya kagak tahu bang!”
“Duit, duit!” kata apud
“oooooo”










Posted
on
Minggu, Desember 23rd, 2007 at 04:54 under


KALAU SUDAH TAHU, MOTIVASINYA MEMIMPIN UMAT KARENA MATERI, TAHTA, JABATAN, KEDUNIAWIAN, KENAPA KITA2 MASIH MAU MEMILIH, PADAHAL BIAYANYA JUGA UMAT (MASYARAKAT) YANG MEMBAYAR ITU BIAYA PEMILU & PILKADA L (PILKADA LANGSUNG).
Desember 1st, 2008 at 22:46MUNGKIN UMAT MASIH BODOH, TIDAK PAHAM ATAU ADA KEPENTINGAN UANG JUGA DI SANA.
SESUNGGUHNYA, ISLAM TELAH MEMBERIKAN PELAJARAN KEPADA KITA. PILIHLAH PEMIMPIN YANG AMANAH. DAN KITA MAU MEMILIH PEMIMPIN, JIKA KOMITMEN PEMIMPIN ITU UNTUK MENJADIKAN ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL ALAMIN. JIKA TIDAK, APA JADI BERDOSAKAH ????