PBNU : Rayakan Tahun Baru Tanpa Berlebihan
Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merayakan datangnya Tahun Baru 2008.
“Kalau mau merayakan kedatangan Tahun Baru itu, kami imbau jangan sampai berlebihan. Apalagi bangsa Indonesia saat ini sedang susah,” kata Ketua PBNU Ahmad Bagdja, di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan, PBNU tak melarang orang merayakan tahun baru, apalagi dimaksudkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.
Namun perayaan itu hendaknya dilakukan dengan perbuatan yang dibenarkan oleh agama dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
“Jadi tidak ditampilkan hura-hura. Perayaan tahun baru itu harus dengan cara-cara yang dibenarkan oleh agama dan tidak mengganggu masyarakat,” kata dia pula.
Menurut Bagdja, hal terbaik yang bisa dilakukan dalam menyongsong tahun baru adalah dengan melakukan refleksi terhadap semua yang telah terjadi untuk mengapai suatu yang terbaik bagi bangsa Indonesia ke depan.
“Kita memang harus mensyukuri apa yang kita dapat, kemudian berusaha menggapai apa yang belum tercapai. Tapi, ya itu, jangan berlebihan,” ujar Bagdja lagi.(*)
Sumber : Antara










Posted
on
Minggu, Desember 23rd, 2007 at 21:42 under


assalamu’alaikum wr.wb.
Januari 27th, 2008 at 22:49ikut nimbrung…
kalo disuruh milih duit atau milih pemimpin maka saya akan memilih pemimpin yang berduit yang mau menahorrufkan duitnya buat saya… he…he…jangan kaya pemimpin yang ada di…..(ngerti dewek bae lah) pada gayae bae pengen disebut pemimpin tapi kenyataanya cuma memperdaya masyarakat.kalo pemimpin yang kayak gitu nggak usah pengen mimpin deh… mimpi aja….
assalamu’alaikum wr.wb.
Januari 30th, 2010 at 00:24apay, komentarmu sungguh menyedihkan, siapa yang kau maksud pilih pemimpin atau duwit ? kalau beda aliran apa harus menyengat sesama islam jangan-jangan kau ini arang yang keras dan busuk itu.