Archive for the 'info' Category

guru

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta, dalam tahun anggaran 2008 menyelenggarakan Festival Seni Internasional. Festival ini mengusung tema “Art for Teachers”. Dari tema yang ditetapkan dapat diketahui bahwa agenda utama Festival ini adalah Seni bagi Guru. Ada dua kegiatan besar bagi guru seni di Indonesia dalam festival ini. Dua agenda tersebut adalah Festival Pertunjukan untuk Guru dan Lomba Seni Lukis Guru. Kedua agenda tersebut berada dalam satu label FESTIVAL GURU SENI DAN BUDAYA SE-INDONESIA. Semua guru di Indonesia mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai Lanjutan Atas dapat ikut ambil bagian. Syarat apa saja yang diperlukan bisa dilihat di bawah ini.

 

1. FESTIVAL PERTUNJUKAN GURU

2. LOMBA LUKIS GURU
(Refleksi Seni dan Budaya untuk Pendidikan)

baca persyaratannya:

Continue Reading »

guno

Project_OR #5 in April

..this project will be coming soon,

Pada Project_OR kali ini ( baca : Project_OR # 5 ) mengangkat tema pendidikan secara global di Indonesia. Mencoba mengkritisi sistem pendidikan yang ada dengan melihat kepada arah mutu pendidikan itu sendiri dengan komponen didalamnya. Bagaimana peranan pendidikan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.

DIharapkan ini dapat menjadi tema yang menarik untuk Project kali ini. Dikatakan bahwa mutu pendidikan menentukan keberhasilan suatu kaum atau negara. Negara yang maju maka mutu pendidikannya baik / tinggi, sedangkan sebaliknya negara yang terpuruk sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang rendah. Segala sistem dan perangkat yang ada didalamnya tidaklah baik. Membahas kepada sistem yang dibuat dan ditetapkan pemerintah, sekolah sebagai pemegang kebijakan, para guru yang memegan peranan serta sangat berperan didalam proses pembelajaran dan para murid yang terkadang menjadi kambing hitam dari rendahnya mutu pendidikan.

Bagaimana dengan di Indonesia sendiri. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mutu pendidikan di Tanah Air sampai saat ini masih rendah. Cukup banyak bukti yang dapat digunakan untuk mendukung kesimpulan itu. Rata-rata hasil ujian akhir nasional, ujian akhir sekolah–atau apa pun namanya–untuk semua mata pelajaran berkisar pada rentangan 5 sampai 7 saja

Segera muncul pertanyaan, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia rendah? Pertanyaan itu sebenarnya juga telah menjadi pertanyaan umum dan klasik di tengah masyarakat. Apakah lantas menjadi kesalahan murid yang malas belajar. Sangatlah bodoh jika terus kita menyalahkan para murid tanpa mau berkaca dan melihat siapa yang sebenarnya memegang peranan dalam proses pembelajaran ini.

Guru dikatakan menjadi penyebab dari rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, Ini akibat dari rendahnya kualitas / kompetensi mereka dalam mengajar. Disisi lain masih banyak para guru yang menyalahkan murid karena malas belajar, susah diatur dan tidak mau menurut apa kata orang tua. Sebuah bentuk feodalisme yang masih mengakar sampai sekarang. Tak sedikit juga para guru menyalahkan sistem yang ada, sistem yang berlaku didalam proses pembelajaran yang merupakan kebijakan dan aturan main pemerintah dan lembaga terkait.

Peranan sekolah juga sangatlah besar didalam hal ini, Sekolah sebagai tempat / fasilitas para murid harusnya dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menjamin para muridnya untuk bisa. Bukannya seperti itu konsepsi dari pendidikan, yaitu mendidik anak dari tidak bisa menjadi bisa. Selain itu sekolah yang mempunyai kewenangan dan kebijakan dalam menentukan guru - guru berkualitas dan kompeten sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

Lalu murid menyalahkan siapa? Apakah selamanya akan menjadi objek pelampiasan kegagalan sistem dan mutu pendidikan. Jika ditanya sudah pasti

mereka menyalahkan para guru yang ‘ga bener’ dalam menyampaikan materi. Sudah selalu disalahkan para murid masih harus ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional ( UN ) yang aturan mainnya_standarisasinya yang terus berubah. Mereka terus dibayang – bayangi perasaan tidak lulus, sehingga tidak dapat meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Ini sudah menjadi fenomena dan berkembang dimasyarakat dan sudah menjadi pengetahuan umum. Intinya mutu pendidikan di Indonesia adalah rendah. Lalu mengapa mutu pendidikan kita rendah? Seribu macam jawabnya untuk pertanyaan tersebut. DIantaranya adalah mutu pendidikan rendah dikarenakan gaji guru rendah. Karena gaji guru rendah, generasi muda yang tertarik menjadi calon guru umumnya bukan calon-calon terbaik. Calon-calon terbaik akan bersekolah di sekolah lanjutan tingkat atas favorit atau berkuliah di jurusan favorit, misalnya kedokteran, teknik, hubungan internasional, atau lainnya.

Salah satu fenomena tersebut juga tak dapat di pungkiri dalam dunia pendidikan kita, Dan masih banyak lagi disamping kualitas dan kompetensi guru yang harus di perhatikan dan diperbaiki.

Melalui hal ini kami mencoba mengetengahkan isu dan fenomena tersebut menjadi sebuah wacana dalam berkesenian. Dengan menitik beratkan pada proses riset – diskusi – berkarya diharapkan Project ini dapat ‘mendokumentasikan’ fenomena yang sedang terjadi, serta meilhat dari kacamata para guru. Besar harapan kami hasil Project ini dapat berimplikasi pada terwujudnya mutu pendidikan yang lebih baik di Indonesia umunya dan Jakarta khususnya.

Musiklogue

Review kuliah terbang kali ini yang membahas tentang perkembangan musik dunia dan indonesia yang di bawakan oleh sdr. Ucrit, seniman dari Jatiwangi Art Factory. Pembahasan di titik beratkan pada komprehensi musik nasional dan tradisional indonesia.

Seperti yang telah di ketahui bahwa, musik adalah sebuah bentuk ekspresi yang dapat di nikmati secara global, memiliki potensi untuk saling mengintervensi dan mempengaruhi warna masing-masing daerahnya

Proses saling mempengaruhi itu berlangsung secara natural, tidak ada paksaan, biasanya disebabkan karena rasa ketertarikan terhadap sesuatu yang baru, irama yang baru, harmoni yang baru.

Bukan merupakan kesalahan tentunya jika kemudan manusia mulai merasa rindu terhadap kenangan masa lalu.

Romantisme itu pun berhasil di munculkan oleh penyaji dengan memutar beberapa video clip lama, dan semakin mundur kebelakang hingga pada pembahasan tangga nada yang di gunakan pada instrumen musik tradisional.

Mungkin meniru patern yang di buat Eropa mengenai DO-RE-MI-FA-SOL-LA-SI-DO, budaya Sunda di Indonesia juga memiliki patern yang berbeda, yaitu DA-MI-NA-TI-LA-DA, sedangkan India memiliki SA-RI-GA-MA-PA-DA-MI-SA. India dan Eropa memiliki kesamaan dalam hal jumlah putaran tangga nada, yaitu delapan tangga nada dasar, yang unik adalah budaya sunda yang hanya memiliki enam tangga nada.

Dalam sesi diskusi yang di gelar, pertanyaan mengapa hanya berjumlah enam menjadi pertanyaan yang tersulit di jawab oleh penyaji, kemudian pembahasan meningkat pada alasan konvensi tangga nada tersebut, khusus pada tangga nada doremifasollasido.

dijelaskan bahwa pentingnya sebuah kesepakatan untuk membuat notasi simbolik pada dunia musik, salah satunya adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan, catatan sejarah, referensi yang bisa di pahami dan di pelajari, dan tidak bisa di pungkiri bahwa perkembangan musik selanjutnya sangat di pengaruhi oleh itu semua.

Ada y ang sangat menarik yang di unkapkan oleh penyaji, bahwa perkembangan musik modern di indonesia tertinggal lebih dari 30 tahun, kenyataan tersebut diperkuat dengan di sajikannya beberapa video klip yang memberikan perbandingan nuansa, irama, tempo, ritme, dan warna musik modern eropa dengan Iindonesia. siapa sangka bahwa genre musik modern Indonesia telah di mainkan pemusik era 60-an di Eropa dan Amerika, beberapa klip yang dimainkan terdengar sangat familiar dengan irama musik pop, ataupun rock yang di bawakan grup band yang saat ini tengah men empati posisi atas tangga lagu indonesia.

Tetapi ha tersebut bukanlah hal yang merisaukan, karena sesungguhnya musik memiliki lebih dalam makna dari pada sekedar membuntuti euporia tren yang berlangsung.

menurut penyaji, langkah yang dilakukan oleh para pendahulu yang membuat kesepakatan (konvensi) dan merumuskan rumusan tingkat tangga nada dalam bentuk notasi simbolik yang dapat di baca, di pahami, di operasionalkan kedalam berbagai kebutuhan berkaitan dengan pengkajian musik, adalah sebuah langkah dan penemuan luar biasa, musik beralih menjadi disiplin yang sangat kompleks sebagai sebuahilmu sekaligus tetap memiliki warna yang memenuhi kebutuhan ekspresi, impresi , dan gejolak, baik yang bersifat sangat personal, maupun yang memiliki pengaruh sosial.

Esensi sebuah musik selaiknya dipahami sebagai sebuah karya seni dengan potensi yang menyentuh wilayah multidimensional dan multifungsi. Sebagai catatan bahwa saat ini musik sudah mencapai perkembangan yang melingkupi univesalitas dimana musik di wilayah tertentu tidak harus selalu membawa ciri wilayahnya, tetapi satu daerah atau negara dapat menciptakan warna musik yang biasa di mainkan daerah atau negara lain yang sangat berjauhan letaknya.

emjie

Ayo Dong Nyablon…

img_9085.JPG 

Menjelang akhir tahun ini, SERRUM Jakarta Art Community memfasilitasi kegiatan workshop sablon untuk pelajar sekolah menengah pertama 44 Jakarta Timur. SERRUM telah beberapa kali menyelenggarakan workshop sablon, namun, membantu sekolah dalam pelaksanaan program life skill ini merupakan kegiatan perdana. Berikut catatan kegiatannya.

 

Continue Reading »

Next »