Archive for the 'Kuliah Terbang' Category

guno

REVIEW KULIAH TERBANG #14

LOWBROW ATTAACCKKK..”

Pemateri :Hendra ’hehe’ Harsono

Kamis 28 Agustus’08’ jam.19.00 WIB

Serrum kebanjiran makanan hari kamis tgl.28 agustus kemaren. Kita menyediakan bermacam minuman soda, serta merta cemilan diplastik higienis dan berprotein tinggi, plus roti unyil. Sedikit romansa menggigil setelah sebelumnya diguyur hujan. Sebelumnya sempat pergi sebentar untuk menikmati bakso di depan komplek, dengan harapan sewaktu pulang ada tamu-tamu atau setidaknya teman-teman sesama kampus, yang sudah duduk di alas yang disediakan. Ternyata kita mulai hanya dari kita, untuk kita, oleh kita.  

Hendra’hehe’Harsono adalah seseorang seniman, desainer grafis, pemilik clothing, dan pecinta sepeda yang berasal dari Jogja. Beliaulah yang menjadi pemateri Kuliah Terbang edisi yang ke#14 kemarin. Salah satu dari sekian seniman muda saat ini, yang mempunyai kecenderungan visual, yang terinpirasi oleh karya-karya Lowbrow. Kedatangannya ke Jakarta dikarenakan berkenaan dengan adanya urusan untuk berpameran di jakarta, bersama kekasihnya (yang personil serrum juga), sekaligus menjemput dan membawanya untuk tinggal di Jogja. Namun kita berhasil menculiknya sesaat untuk mencoba berbagi ilmu dan pengalaman berkeseniannya. Berawal perdebatan arman dan atto di suatu malam mengenai fenomena Lowbrow, ..yang mau dibawa kemans bro??..dan tanggung jawab pula sebagai seseorang teman yang diminta untuk meriset hal tersebut, alhasil diundanglah hendra’hehe’ saat itu. 

Seperti apa yang ditulis di kitab Wikipedia, bahwa asal muasal dikenalnya Lowbrow Art, adalah pada akhir tahun 1970-an. Padahal secara tidak disadari dan tidak terdeteksinya oleh media, serta belum adanya wacana yang masuk, karakter-karakter pada film kartun dan komik mad era tahun 60’an, ialah bagian terdekat yang tidak dapat dilepaskan pada ciri-ciri karya pada Lowbrow sendiri. Namun pada saat itu banyak yang menilai karya-karya tersebut sebagai karya yang beraliran pop surealis. Dan penggunaan kata lowbrow sendiri dicetuskan oleh Robert Williams, di awal tahun 1990, beliau adalah pioneer di scene lowbrow sejak awal, dan founder dari Juxtapos Magazine, salah satu media yang besar sampai saat ini, dan selalu mengulas karya-karya lowbrow itu sendiri. Pada awalnya kecenderungan karya-karya lowbrow sebagian besar berasal dari para ilustrator, desainer cover kaset, dan para komikus underground. Objek yang ditampilkan pada karya tersebut berupa mobil-mobil hotrods, ikon-ikon pop yang telah didistorsi, hingga figur dan karakter yang merepresentasikan sang senimannya sendiri. Bila mengatakan ini adalah sebuah pergerakan, antiklimaks, perlawanan kebijakan dalam ruang-ruang museum modern, pada zaman itu memang dapat dikatakan demikian. Bila melihat akarnya, dan pola pikir dari pergerakan itu sendiri, dadaisme lah saya rasa yang menghadirkan itu semua. Namun perbincangan kuliah terbang kemarin lebih meluas kepada perkembangan karya lowbrow yang berkembang di negara kita. Hendra’hehe sendiri menyebut itu sebagai dan hanya sebuah fenomena visual saja, saya pun melihatnya demikian, sebagai seniman yang tinggal di dunia ke 3, hal itu pasti terjadi. Pada pameran ‘ini baru ini’ di ViviYip tempo hari, Aminudin T.H.Siregar selaku sang kurator pameran tersebut juga menulis mengenai kecenderungan karya-karya seniman yang mengikuti pameran tersebut, yang sebagian besar terinspirasi pada karya-karya lowbrow. Apakah ini akan menjadi fenomena baru di negara ini, atau mungkin akan memuncak menjadi trend di dunia berkesenian senirupa, saya rasa kita tunggu hingga 2 tahun kedepan. Terima kasih Hendra’hehe’Harsono atas share ilmunya. 

M.Sigit Budi.S

Riset dan Dokumentasi

guno

KULIAH TERBANG #13

porter-kulter.jpg

Kuliah Terbang #13

“Seni Publik, Liarnya Jalanan, Dan Jinaknya Seni Rupa”

Nara Sumber Ardi Yunantu ( Jurnal Karbon )

Kamis, 15 Mei 2008 pkl 19.00 WIB

Serrum : Jl. Sambiloto Raya No.4

Komplek Bulog Kayu Putih Jakarta 13210

(021) 4786 9740

GRATISSS!!!

IMS (infeksi menular seksual) dan HIV-AIDS memang sangat menakutkan, berbanding terbalik dengan bayangan kesenangan saat melakukan hubungan seksual, namun berdasarkan fakta yang diungkap saat perkuliahan berlangsung, ternyata masih ada saja orang yang tidak merasa takut terhadap dua sekawan syndrom diatas.

Jika masih kurang menakutkan menurut anda, silahkan mencoba berbagai tantangan di bawah ini:

Oke, cukup untuk berita menyeramkannya, karena saya sendiri sudah sangat ketakutan walau cuma menuiskannya di artikel ini. Untungnya dosen kuliah terbang dapat memberikan ceramah kuliah dengan sangat menarik, terutama saat memberikan informasi penanggulangan, pencegahan, dan perlakuan terhadap penderita IMS dan HIV-AIDS.

Kuliah kali ini di sajikan oleh tim dosen dari DAMAR (Serang Banten) yang merupakan salah satu dari badan pelaksana KPA (komisi Penyuluhan AIDS).

Yang termasuk IMS antara lain:

  • Kencing nanah
  • klamidia
  • sifilis (raja singa)
  • ulkus mole / chancroid / koreng yang disebabkan haemophilus ducreyi
  • jengger ayam / kutil kelamin / condiloma accuminata yang disebabkan human papiloma virus
  • herpes kelamin / genetalis / simpleks yang disebabkan herpes simpleks virus

penderita IMS 10 kali lebih mudah terinfeksi HIV, hiiyy… seyeemmm…

Beberapa trik pencegahan dikemukakan, salahsatu yang paling sering di jelaskan pada tiap penuluhan adalah rumus A-B-C-D-E ; Abstinance, Be faithful, Condom is always, no Drug, dan personal Eqiupment is never to share.

penanggulangan yang bisa dilakukan jika terinfeksi salah satu dari IMS adalah sedapat mungkin terus melakukan pengobatan dengan/harus didampingi dan sesuai petunjuk dokter ahli. Ini adalah prosedur standar.

emjie

KULIAH TERBANG #12 (HIV/AIDS)

KULIAH TERBANG #12 (HIV/AIDS)

Kuliah terbang #12 kali ini berbicara tentang HIV/AIDS, seperti apakah HIV/AIDS dan bagaimana penyuluhan yang akan diberikan. Dengan mengawali dari kepedulian kita akan pengetahuan tentang penyebaran penyakit ini dan pengaruhnya pada lingkungan sekitar, dengan didasari penyampaian secara edukatif sehingga adanya penambahan pengetahuan dalam menyingkapi HIV/AIDS.

Next »