STATEment

acip

Pameran tunggal Angga Cipta

Statement = State * men * t
secara harfiah, state adalah negara bagian atau tempat dimana kau berinteraksi dan bersosialisasi
men adalah penggambaran sosok karakter pribadi
dan “t” adalah time, maka statement adalah hasil perkaliannya.

Yaitu sebuah bentuk pengungkapan ekspresi personal melalui bahasa verbal dalam menjawab semua fluktuasi kondisi dan kejadian-kejadian disekitar state itu sendiri dalam ruang dan waktu

Dalam pameran tunggalnya kali ini, Angga Cipta atau biasa dipanggil Acip akan menghadirkan berbagai statement kedalam bahasa visual berupa karya-karya berbagai medium seperti screen-print,graphic, video, dan lukis.

Statement seorang anak muda dan mahasiswa yang bertarung dalam kerasnya hidup dan situasi perkuliahannya.

Kurator : M. Sigit Budi

Galeri Serrum
Pembukaan : Rabu, 24 Februari 2010 jam 19:00
dimeriahkan oleh Dias-Dimas Show
dan launching VENTA HOUSE merchandise

Jl. Kayu Manis II no.12, Kayu Manis, Matraman – Jakarta Timur

Pameran kolaborasi L.O.V.E

L.O.V.E 1

L.O.V.E 2

L.O.V.E 4

L.O.V.E 3

12 februari 2010, Kayu Manis II, Jakarta Timur

Galeri Serrum untuk kedua kalinya telah menyajikan sebuah pameran. Kali ini mengangkat judul L.O.V.E yang berasal dari akronim Live On Visual Emotion. Idenya berasal dari tiga orang personil Serrum yakni, JJ.Adibrata, Ludzfi sabdakir dan M.Sigit Budi. Sebuah ide tentang representasi kata Love (cinta) dalam pandangan personal yang di ekspresikan malalui sebuah projek pameran kolaborasi.

Review Kuliah Terbang #17

L.O.V.E

loveproject

L.O.V.E (Life on Visual Emotion)

Pameran kolaborasi
M.Sigit B.S, Ludzfi Sabdakir dan JJ Adibrata
Galeri Serrum , 12 Februari 2010

“love is more than just a game for two..” (Nat King Cole)

Di suatu sore yang pengap, entah mengapa si office boy kami senyum-senyum sendirian setelah baru saja menghilang selama beberapa jam. tanpa ditanya dia menginformasikan sesuatu “ gw abis aja making love bang dakir…”. Sekedar informasi, office boy kami itu kurang memahami arti kata “making love” tersebut, dan dia menafsirkan kata “making love” itu sama dengan kata bertemu dengan pasangan atau “pacaran”. Lucu memang bahwa OB(Office Boy) kami lebih memilih kata “making love” dibanding kata yang umum digunakan masyarakat indonesia seperti “pacaran”. Sebegitu dahsyatnya-kah kata love itu?. Lantas kemudian terbentuk sebuah asumsi, emang apa sih “Love (Love/lav/ kb: cinta) ” ?. “Genit ah,.. ini soal pacaran yah…” hmm… engga juga sih.. emang kalo gw cinta ama kucing gw (kami namai kucing kami “Sapi” karena bercorak hitam putih yang mirip dengan seekor sapi) berarti gw lagi pacaran ama tu kucing?. Atau kalau gw sayang sama sebuah sepatu converse robek jadul gw itu berarti gw sedang pacaran sama tuh sepatu?.. engga juga kan.. Mengambil jalan singkat, kami mengeneralisasi bahwa cinta itu adalah sebuah SEMANGAT..!!. Iya-loh, semangat membagi, semangat memberi, semangat menerima, semangat berubah, bisa dianalogikan sebagai cinta. Ya ga.? Hahay,.

Dan kemudian kami mencoba menginterpretasikan kata “LOVE” dengan cara kami sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa kami hidup dengan berada di dunia visual. Dengan cara visual-lah kami mengaspirasikan ide. Maka dilandasi dengan kebanggaan akan latar belakang pendidikan yang sama (pendidikan seni rupa) serta berbagai pengalaman tentang semangat “LOVE” yang pernah ada, kami mengusik memori kami tentang “LOVE” lewat berbagai bentuk yang dapat dinikmati bersama. Hasilnya adalah, sebuah kolaborasi kerja antara kami bertiga tentang bermacam cerita atau pengalaman pribadi dari kata “LOVE” lewat medium visual.

Kami nantikan kedatangan kalian dengan membawa semangat “LOVE”..
mumpung deket-deket valentine nih..
Aku sayang kamyu..!!

Special perfomance by:
*” Versus sensasi” in collaborate with “The Weekend Project”


© Copyright 2007 SERRUM Jakarta Art Community . Thanks for visiting!