Review Kuliah Terbang #17
L.O.V.E

L.O.V.E (Life on Visual Emotion)
Pameran kolaborasi
M.Sigit B.S, Ludzfi Sabdakir dan JJ Adibrata
Galeri Serrum , 12 Februari 2010
“love is more than just a game for two..” (Nat King Cole)
Di suatu sore yang pengap, entah mengapa si office boy kami senyum-senyum sendirian setelah baru saja menghilang selama beberapa jam. tanpa ditanya dia menginformasikan sesuatu “ gw abis aja making love bang dakir…”. Sekedar informasi, office boy kami itu kurang memahami arti kata “making love” tersebut, dan dia menafsirkan kata “making love” itu sama dengan kata bertemu dengan pasangan atau “pacaran”. Lucu memang bahwa OB(Office Boy) kami lebih memilih kata “making love” dibanding kata yang umum digunakan masyarakat indonesia seperti “pacaran”. Sebegitu dahsyatnya-kah kata love itu?. Lantas kemudian terbentuk sebuah asumsi, emang apa sih “Love (Love/lav/ kb: cinta) ” ?. “Genit ah,.. ini soal pacaran yah…” hmm… engga juga sih.. emang kalo gw cinta ama kucing gw (kami namai kucing kami “Sapi” karena bercorak hitam putih yang mirip dengan seekor sapi) berarti gw lagi pacaran ama tu kucing?. Atau kalau gw sayang sama sebuah sepatu converse robek jadul gw itu berarti gw sedang pacaran sama tuh sepatu?.. engga juga kan.. Mengambil jalan singkat, kami mengeneralisasi bahwa cinta itu adalah sebuah SEMANGAT..!!. Iya-loh, semangat membagi, semangat memberi, semangat menerima, semangat berubah, bisa dianalogikan sebagai cinta. Ya ga.? Hahay,.
Dan kemudian kami mencoba menginterpretasikan kata “LOVE” dengan cara kami sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa kami hidup dengan berada di dunia visual. Dengan cara visual-lah kami mengaspirasikan ide. Maka dilandasi dengan kebanggaan akan latar belakang pendidikan yang sama (pendidikan seni rupa) serta berbagai pengalaman tentang semangat “LOVE” yang pernah ada, kami mengusik memori kami tentang “LOVE” lewat berbagai bentuk yang dapat dinikmati bersama. Hasilnya adalah, sebuah kolaborasi kerja antara kami bertiga tentang bermacam cerita atau pengalaman pribadi dari kata “LOVE” lewat medium visual.
Kami nantikan kedatangan kalian dengan membawa semangat “LOVE”..
mumpung deket-deket valentine nih..
Aku sayang kamyu..!!
Special perfomance by:
*” Versus sensasi” in collaborate with “The Weekend Project”
Kuliah Terbang #17

Katalog Pameran Perdana Serrum Galeri
Project Akhir Tahun 2009

Selasa 29 Desember 2009, Dukuh Atas, Jakarta
Ini adalah hasil eksekusi Project Akhir Tahun dari Propagraphic, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, eksekusi kali ini hanya bertempat disatu titik, yaitu terowongan Dukuh Atas. Aksi ini berhasil menampilkan berbagai macam karya dan diikuti oleh beberapa komunitas-komunitas street art yang ada di Jakarta, seperti Stiker Serbu (karya wheat paste), Corat-Coret (Mural), Carter Paper (Mural). Beberapa komunitas dari Seni Rupa UNJ seperti Garis Keras (Mural), Speak Lala (Mural), SR 2009 (Mural) dan beberapa artisan lain seperti Rha Rha Rha (Poster dan Stiker), attomatic (Poster dan wheat paste), Bois (poster), Jah Ipul (poster), Kak Said ( poster), Isrol Triono (wheat paste), Selo (stencil), siluman banci (wheat paste), ekotoon (wheat paste), Monyols (wheat paste), Helo Guno (Mural), Jin (poster), Sunu (poster), emjie (wheat paste), Mamang Dika (poster dan wheat paste), Welly (poster), Robowobo (wheat paste), Arman (Poster), Ronal dan Hamdi (Mural), dan Toni Malakian (Mural).
Lihat juga di:
Project Akhir Tahun 2009
“Tahun Baru Harapan Baru”
Project Awal Tahun begitulah kami menamakan acara ini, menyikapi fenomena perayaaan pergantian tahun Masehi yang bukan hanya sekedar sebuah fase dari proses perjalaan sejarah hidup manusia, tetapi mungkin ini bisa menjadi suatu pengharapan untuk dapat menjalani ketahun berikutnya. Persoalan apakah akan lebih maju /sama saja atau malah mengalami kemunduran itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Setidaknya istilah ini kami analogikan dengan bentukan kecil dari sebuah refleksi kami terhadap perkembangan evolusi manusia yang menuntut kita untuk selalu berkembang pada jenjang kehidupan selanjutnya. Baik ditinjau dari perspektif budaya, teknologi, ekonomi dan social yang kesemuanya itu pasti akan menimbulkan masalah-masalah baru yang akrab disekitar kita.
Dari kesemua penyelenggaraannya kami tampilkan berfokus pada satu tempat, yaitu Jakarta. Kenapa Jakarta? Ya’ karena kami melihat bahwa Jakarta adalah kota tempat pemukiman yang relatif besar, berpenduduk padat dan individu-individu yang secara sosial heterogen. Sebagai tempat pemukiman yang mempunyai wilayah yang cukup besar dan ditandai dengan adanya bangunan perkantoran yang megah, rumah yang permanen dengan tata letak yang teratur, pemukiman-pemukiman kumuh yang letaknya berada di pinggiran kota, jalan-jalan yang dipadati oleh kendaraan besar dan kecil, serta adanya aktivitas kehidupan 24 jam terus berjalan tanpa henti. Jakarta akhirnya harus dipandang sebagai potensi yang sangat besar untuk kebudayaan. Budaya perkotaan yang unik interpretatif telah terbentuk dalam struktur pola pikir masyarakat kota Jakarta. Secara konkret ataupun ideologi, semua orang memiliki tanggapannya sendiri tentang gejala yang dihadapinya.
Penyikapan dalam proses adaptasi masyarakat Jakarta terhadap budaya urban menjadi suatu masalah tersendiri. Seringkali ketidak sesuaian penyikapan tersebut terjadi ketika adanya kesalahan interpretasi suatu nilai objektivitas dalam masyarakatnya. Dengan segala kemajemukan masyarakat Jakarta, perlu dilihat bahwa background kultur yang beragam mempengaruhi cara pandang berikut aplikasinya terhadap sistem yang berlaku. Jakartapun dapat menjadi sebuah objek ataupun subjek dalam pembentukan pola masyarakat tersebut.
WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
pendataan : 14-22 desember 2009
PRESENTASI
Tanggal : selasa,22 Desember 2009
Tempat : serrum, jl. kayumanis II No. 12, kayu manis jakarta timur’ 13130 ( 021-8194737)
EKSEKUSI & PAMERAN
Tanggal : selasa, 29 Desember 2009
Tempat : Terowongan jl. Blora & Terowongan jl. Dukuh atas
KETENTUAN
* mengisi formulir pendataan.
* mengikuti presentasi karya.
* biaya produksi tanggung sendiri.
more info :
/ oombow 08176816556 / 021-71220482
/ serrum 021-8194737
Pembukaan Pameran Tunggal Eko S Bimantara, KRL Edisi Spesial: ‘Baca Komik’

Eko S Bimantara (kiri), bersama kurator sekaligus project officer pameran M. Sigit Budi. S.Pd

Salah satu karya mural yang ditampilkan dalam pameran
Pembukaan pameran perdana yang di selenggarakan oleh galeri Serrum ini di meriahkan oleh sekitar 40 orang, pameran KRL Edisi Spesial: ‘Baca Komik’ ini dibuka pada pukul 16.40 sore tanggal 12 Desember 2009 di Serrum, mundur dari waktu yang direncanakan karena sempat hujan. Pameran ini juga terdapat penjualan Buku Komik ‘Guru Berdiri Murid Berlari’ terbitan Gradien Mediatama, dengan harga spesial kepada pengunjung pameran. Karya yang ditampilkan yaitu komik dalam kanvas dan mural.
Watch Out violence around You!
Mural ini terdapat pada tiang bypass kawasan Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta Utara. Mural tersebut dibuat oleh Propagraphic yang mana merupakan kompetisi yang di selenggarakan oleh Polisi dalam rangka mengkampanye-kan sebuah layanan baru kepolisian terhadap tindak kekerasan. Baca selebihnya di:
PAMERAN TUNGGAL EKO S.BIMANTARA KRL EDISI SPESIAL: “BACA KOMIK”
“Eko S Bimantara, anak tunggal dari ayah yang suka gambar dan ibu yang suka ngaji. Punya cita-cita jadi astronot, tapi setelah tahu tes-nya harus muter-muter di pesawat simulasi, akhirnya berubah jadi Komikus karena dari kecil emang udah di kenalin komik sama bokap (petruk gareng-nya Tatang S, dan Asterix & Obelix-nya Albert Uderzo). Lahir 30 Mei 1988 di Jakarta. Besar dan dapet pendidikan TK, SD, SMP, SMA di Cileungsi, Bogor. Sekarang lagi kuliah di S1 jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Seneng sama gambar dari SMP, pengen di terusin ke kuliah dan kata bokap sih yaudah ( padahal ada tawaran di Pariwisata ). Setelah 2 tahun bergelut di kampus dengan kegiatan akademis maupun non-akademis di ajak ikut gabung di Serrum. Setelah satu tahun bergelut di Serrum, akhirnya tercapai cita-cita untuk jadi komikus”.
Invitation:
http://www.facebook.com/photo.php?pid=2794328&id=61185434500#/event.php?eid=194448641645&index=1



