dakir

Review Kuliah Terbang #13

whuuuaaaahhhh…….

Gak kerasa yah… kita makin gede-gede.. makin dewasa… makin bejenggot… sampai-sampai kuliah terbang sudah sampai yang ke-13. Ketigabelas? iya loh.. udah tiga belas… nah, untuk program kulter (kata singkatan dari kuliah terbang) yang ketiga belas diadakan pada tanggal 15 Mei 2008, oleh: Ardi Yunanto-Jurnal Karbon- dengan tema “Seni Publik, Liarnya Jalanan dan Jinaknya Seni rupa”. Melihat judulnya yang sangat heboh tersebut, kami memperkirakan yang akan hadir sekitar 168-orang dari berbagai kalangan. Namun sayangnya karena berbagai permasalahan pribadi, akhirnya peserta yang mampu hadir hanya berjumlah satu tim sepak bola plus 5 orang cadangan. Tapi semua berjalan dengan lancar dan aman, alhamdulillah…..

p5150271.JPG   kulter11.JPG

Pada awal pembukaan materi, ardi menyinggung soal sebuah diskusi yang diadakan pada tahun 2005. Di diskusi tersebut ada pertanyaan sekaligus pernyataan “ketika sebuah pintu tarik alluminium sebuah toko ditutup, maka otomatis area pintu tersebut menjadi ruang publik”. Berangkat dari pernyataan tersebut, Ardi lantas menjabarkan betapa pentingnya seorang seniman untuk mengetahui area berkarya dalam ruang publik. Ardi lantas menjelaskan jika menuruti kata-kata pernyataan tadi, maka diandaikan jika sebuah motor dtinggali dalam keadaan terpakir, maka secara otomatis motor tersebut menjadi benda publik. Maka dapat dibayangkan betapa vandalnya nanti seorang seniman ketika merespon seluruh benda yang termasuk kategori “publik” tersebut.

Menurut Ardi, pengertian ruang publik dapat diartikan sebagai sebuah ruang yang dapat diakses oleh berbagai kalangan dengan status ekonomi yang berbeda-beda, walaupun pada kenyataannya, dijakarta sendiri, ruang tersebut sudah terfragmentasi kedalam struktur masyarakat sendiri. Ardi menambahkan keberagaman dalam sebuah kota dapat terjadi jika semua kalangan dapat berkumpul bersama di berbagai tempat ketika melakukan aktivitas tanpa adanya kategori, atau kelas tak terlihat dalam sebuah struktur masyarakat. Dari hal tersebut maka didapatkan sebuah kebersamaan. Tetapi di lain pihak, fragmentasi ruang tersebut malah dapat memudahkan seniman ketika merencanakan sebuah karya publik yang dimaksudkan kepada kalangan tertentu.

Pengertian Seni Publik dan Seni Rupa di ruang publik dijelaskan secara singkat oleh ardi yaitu “Seni Rupa di ruang publik adalah seni rupa yang diletakkan di ruang publik. Kualitas karya itu tidak selamanya berhubungan langsung dengan lokasi dan permasalahan masyarakat di lokasi karya itu sendiri. Di sini, ruang publik lebih difungsikan sebagai media, seperti halnya halaman majalah atau jeda acara televisi bagi iklan. Sedangkan Seni Publik adalah seni rupa yang didalamnya membicarakan permasalahan publik secara intens. Ardi juga memberi beberapa contoh dokumentasi seni publikdari beberapa artis di Indonesia. diantaranya terdapat nama Bowo, M. Reza, Arman, Iwan W, Andri Moch (alm), dll.

Demikian review Kuliah Terbang-nya.. sekian dari saya… kalau ada yang mo minta makalah kulter sekarang… kirim pesan anda secepatnya… tq.

for detail check this site <a href=”http://www.ourprojector.blogspot.com”><b>http://www.ourprojector.blogspot.com</a></b>

guno

KULIAH TERBANG #13

porter-kulter.jpg

Kuliah Terbang #13

“Seni Publik, Liarnya Jalanan, Dan Jinaknya Seni Rupa”

Nara Sumber Ardi Yunantu ( Jurnal Karbon )

Kamis, 15 Mei 2008 pkl 19.00 WIB

Serrum : Jl. Sambiloto Raya No.4

Komplek Bulog Kayu Putih Jakarta 13210

(021) 4786 9740

GRATISSS!!!

guru

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta, dalam tahun anggaran 2008 menyelenggarakan Festival Seni Internasional. Festival ini mengusung tema “Art for Teachers”. Dari tema yang ditetapkan dapat diketahui bahwa agenda utama Festival ini adalah Seni bagi Guru. Ada dua kegiatan besar bagi guru seni di Indonesia dalam festival ini. Dua agenda tersebut adalah Festival Pertunjukan untuk Guru dan Lomba Seni Lukis Guru. Kedua agenda tersebut berada dalam satu label FESTIVAL GURU SENI DAN BUDAYA SE-INDONESIA. Semua guru di Indonesia mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai Lanjutan Atas dapat ikut ambil bagian. Syarat apa saja yang diperlukan bisa dilihat di bawah ini.

 

1. FESTIVAL PERTUNJUKAN GURU

2. LOMBA LUKIS GURU
(Refleksi Seni dan Budaya untuk Pendidikan)

baca persyaratannya:

Continue Reading »

« Prev - Next »