Salah satu komik strip dalam buku: Guru Berdiri Murid Berlari karya Eko S Bimantara
Tulisan oleh: Mochammad Hasrul Indrabakti
“Libur telah tiba-libur telah tiba… hore-hore-hore…
Simpanlah tas dan bukumu lupankan keluh kesah mu…
Hati ku gembira….”
Ya kalau saja saya nyanyikan itu sekarang mungkin para siswa-siswi akan geram mendengarnya, karena baru saja hari ini 12 Juli 2010, kebanyakan dari mereka kembali mengingat tas dan bukunya serta mengingat keluh kesahnya.
Ahh sial… aku telat..
Ketika berangkat menjalin rutinitas temporer, saya singgah untuk minum secangkir kopi di sebuah warung, ketika sedang menyeruput gelas kopi ada seorang bapak dengan motor tulennya juga mampir dan si tukang warung menanyakan dengan lantang “ dari mana pak?” dan si bapak menjawab “ ini abis nganterin si fulan (bukan nama sebenarnya) mulai sekolah lagi…”
Bertepatan dengan hari masuk sekolah mungkin nasional yang disingkat “HARSUKLAHMUNAS” bertepatan pula dengan habisnya piala dunia 2010, saya sempat berpikir ketika akan berangkat, saya akan berjuang melawan kemacetan yang super, ternyata tidak. Ada apa gerangan? Mungkin saja mereka masih tertidur lelap karena final piala sepak bola dunia tersebut. Hmm siapa tau? Saya pun tak tau..
Teringat waktu masih duduk disekolah dasar, ketika masuk hari pertama di tahun ajaran baru, biasanya wali kelas yang baru menyuruh kami untuk menceritakan pengalaman liburan masing-masing, hal tersebut mungkin salah satu alibi guru untuk malas menggajar. Dan biasanya kebanyakan murid di sekolah saya bercerita tentang penggalaman ke rumah nenek di Desa, dengan sawah yang menghampar dan sebagainya. Karena saya pun bercerita juga ke rumah nenek sayangnya kenapa rumah nenek saya tidak ada sawahnya, seperti rumah nenek-nenek dari teman-teman saya, ah saya mau jadi cucu dari nenek bersawah.
Ketika sekolah menengah pertama, ketika memasuki tahun ajaran baru, saya sangat semangat ke sekolah, karena selain bertemu dengan teman baru (dedek-dedek kelas 1) di hari pertama rumput hijaulah yang kami pilih, tidak lain dan tidak bukan bermain bola, senangnya bermain bola bersama teman-teman lagi, layaknya sekolah sepak bola Arsenal kami sudah siap dengan berbagai seragam sepak bola, tidak peduli seragam putih yang baru langsung cokelat karena diletakan sembarang, yang penting bermain bola. Ya karena kami mungkin kurang bisa diatur ataupun guru-guru kami yang telalu baik, karena dilarang bermain bola dan disuruhnya kami masuk kelas untuk belajar formalitas, seorang siswa mengusulkan untuk pulang, dan hasilnya apa, tentu saja pulang… karena sistem di sekolah menengah pertama saya benar-benar unik. Setelah pulang tentu saja anak-anak lucu seusia kami kala itu tidaklah langsung pulang, tentu saja bermain ke rumah seorang teman yang mempunyai game konsol terbaru yang didapatkannya karena nilainya baik.
Sekolah menengah atas, hmm… ketika mendengar hari pertama tahun ajaran baru, sungguhlah miris, karena kembali ke sistem yang paling saya tidak sukai. Tahun ajaran baru hari pertama biasanya saya tidak masuk sekolah, saya pergi ke warung langganan kami saat itu dan kami sebut rutinitas ini sebagai “cabut”. Karena di jenjang ini malas untuk sekolah sungguhlah tinggi, selain pelajaran yang makin meninggi, ada juga masalah-masalah pribadi seperti cinta-cinta SMA. Aaahh…. Mungkin bagi teman-teman yang sedang dimabuk hal tersebut senang-senang saja untuk masuk sekolah karena bisa bertemu dengan kecengan, pacar, dedek-dedek baru dan yang lain-lain. Tapi bagi sebagian umat seperti saya yang hanya menjadi gulma itu hal yang tidak mungkin. Ada sih sedikit niatan untuk masuk dan melihat “adik-adik” baru tapi yaah apa daya mereka sudah di isolasi oleh organisasi sosis dan apa daya lagi bagi umat seperti saya.
Dengan ini saya mengucapkan selamat bagi teman-teman yang memasuki tahun ajaran baru di sekolah. Semoga tahun ajaran baru merupakan tahun baru bagi pelajar dan belajar, buat semuanya menjadi baru dan tidak lagi memasuki era belajar yang tidak baru. Karena saya pun masih harus belajar banyak tentang hal yang baru termasuk belajar memasuki. Sukseskan dan senang!



